JombangBanget.id – Kementerian Sosial (Kemensos) akhirnya menunjuk petugas kebersihan dan satpam Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung, Jombang.
Saat ini masih menyisakan kekurangan tenaga juru masak hingga perlengkapan dapur.
Kepala Sekolah Rakyat (SR) Jombang Andik Minarto menyampaikan, beberapa waktu lalu, Kemensos sudah menunjuk tujuh orang untuk ditugaskan menjadi satpam dan tenaga kebersihan di Sekolah Rakyat.
”Untuk saat ini satpam dan petugas kebersihan sudah komplet,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (1/8).
Ia menambahkan, dari tujuh orang tersebut, empat di antaranya mengisi posisi satpam, sementara tiga lainnya ditunjuk menjadi tenaga kebersihan.
”Mereka direkrut dari relawan Tagana dan TKSK. Jadi sekarang sudah bertugas semua sesuai tugas masing-masing,” tambahnya.
Meski begitu, sampai saat ini tenaga juru masak termasuk peralatan dapur belum komplet, sehingga kebutuhan permakanan siswa Sekolah Rakyat masih mengandalkan jasa katering.
”Juru masak masih satu orang. Sehingga untuk makan siswa kami dari katering,” jelas dia.
Sejauh ini, Andik belum menerima pemberitahuan lebih lanjut mengenai jumlah tenaga juru masak yang akan ditunjuk Kemensos.
Sebab, idealnya satu orang juru masak yang telah ditunjuk Kemensos tidak akan mampu melayani kebutuhan makan 100 siswa dengan pembagian makan tiga kali sehari.
”Kalau satu orang tidak mungkin mampu melayani kebutuhan makan 100 siswa. Tapi idealnya berapa saya kurang paham,” jelas dia.
Baca Juga: Baru Jalan Dua Pekan, Satu Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Undur Diri, Pemkab Jombang Turun Tangan
Karena belum ada petunjuk teknis, saat ini satu orang juru masak yang telah ditunjuk ditugaskan untuk mengurus daftar menu sekaligus kebutuhan makan para siswa yang bekerja sama dengan warga setempat.
”Jadi kita masih kerja sama dengan warga di Desa Mancilan ini. Beliau yang handle menu sekaligus kebutuhan para siswa,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung belum berjalan maksimal.
Sejak dimulai pada 14 Juli, sejumlah SDM pendukung belum lengkap, mulai dari kekosongan tenaga satpam, petugas kebersihan hingga juru masak.
Kebutuhan permakanan siswa sementara mengandalkan katering sambil menunggu pemenuhan juru masak hingga alat dapur dari Kemensos.
Selain itu, muncul masalah baru, yakni mundurnya satu siswa dan satu guru PAI Sekolah Rakyat.
Pihak sekolah sudah melaporkan permasalahan tersebut ke Pemkab Jombang dan ke Kemensos.
Menyikapi satu siswa yang mundur, pemkab bersama pihak sekolah berencana melakukan asesmen ulang.
”Jika tetap tidak bersedia (kembali) maka akan dicarikan pengganti,” ungkap Kepala Sekolah Rakyat (SR) Jombang Andik Minarto (29/7).
Sementara itu, untuk satu guru PAI yang mundur karena faktor kesehatan juga sudah ditindaklanjuti Kemenag Jombang. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz