JombangBanget.id – Sebanyak 10 santri mengikuti Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Provinsi Jawa Timur di Asrama Haji Surabaya, Rabu (30/7).
Mereka sebelumnya telah mengikuti seleksi awal yang langsung diadakan provinsi.
’’Tidak ada seleksi tingkat kabupaten, langsung provinsi. Yang mau ikut langsung daftar, setelah itu ada ujian daring,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jombang, Agussalim.
10 santri berasal dari dua pondok pesantren, Fathul Ulum Puton Diwek dan At Tahdzib Rejoagung Ngoro. Cabang lombanya juga beragam.
Ada akhlak, ushul fikih, hadis, nahwu, ilmu hadis dan tafsir.
Lima santri tingkat wustho yang ikut, Balqis Suroyya dari Fathul Ulum di cabang lomba akhlak putri. M Haqqy Nazily dari At Tahdzib di cabang usul fikih putra.
Nadirotus Solihah dari At Tahdzib di cabang hadis putri. Muhammad Anies dari fathul Ulum di cabang nahwu putra. Serta Tsaqib Muaqqof dari At Tahdzib di cabang nahwu putra.
Lima lainnya santri tingkat ulya. Gizka Aidatul Fitrua dari Fathul Ulum cabang usul fikih putri.
M Ruha Affandi dan Auliya Hidayatun Nufus dari At Tahdzib di cabang ilmu hadis putra dan putri.
Rifah Zahrotul Islamiyah dari Fathul Ulum di cabang nahwu putri. Serta Aliya Safhiyatyd Dhuriya dari Fathul Ulum cabang tafsir putri.
Juara jenjang ulya tingkat provinsi akan langsung mewakili Jatim di MQK nasional pada 1-10 Oktober di Makassar.
Baca Juga: Terungkap! Begini Cara Licik Pengurus Pondok Pesantren di Jombang Cabuli Santri Sesama Jenisnya
Namun untuk jenjang ula dan wustho, meski juara provinsi, untuk dikirim ke nasional, akan ada satu tes lagi.
’’Tidak tahu kapan seleksi tambahan itu akan dilakukan, dan diambil berapa juga masih belum ada info,’’ ungkapnya.
Sebelum mengikuti MQK tingkat provinsi, seluruh santri telah mengikuti pembinaan di pesantren masing-masing.
’’Tidak ada pembinaan kabupaten, pembinaannya di pesantren masing-masing,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz