JombangBanget.id – Baru dua pekan berjalan, program Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung, Jombang mulai dihadapkan permasalahan.
Itu setelah satu orang siswa dan satu tenaga guru menyatakan mengundurkan diri.
Saat ini, baik Pemkab Jombang maupun pihak sekolah melakukan upaya pendekatan persuasif agar keduanya kembali bergabung.
Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto membenarkan permasalahan tersebut.
Terdapat satu orang siswa dan satu tenaga guru menyatakan mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat.
”Hingga saat ini ada satu siswa (mundur, Red)). Faktornya karena homesick atau belum kerasan. Tapi kami masih terus berusaha melakukan pendekatan agar dia bisa kembali bergabung,” jelas Andik kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (28/7).
Sebagai langkah, pihaknya sudah menyampaikan kondisi tersebut ke Kemensos maupun Pemkab Jombang.
Sembari menunggu mekanisme dari pusat, pihaknya juga tetap melakukan upaya pendekatan baik kepada siswa dan orang tua.
”Pendekatan-pendekatan kita lakukan agar siswa tersebut dapat bersekolah lagi di SR,” tambahnya.
Sampai sekarang, juknis mengenai penggantian siswa yang mundur belum ada. Sehingga pihaknya masih menunggu teknis lebih lanjut dari Kemensos.
”Untuk saat ini kami masih menunggu mekanisme penggantiannya,” jelas dia.
Baca Juga: Penunjukan Tenaga Juru Masak Tak Jelas, Begini Kata Kepala Sekolah Rakyat Jombang
Tak hanya siswa, terdapat satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) juga menyatakan mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat.
Guru tersebut diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
”Kami belum tahu pasti alasannya, karena yang bersangkutan langsung mengundurkan diri. Beliau PNS dari Kemenag, jadi kemungkinan akan kembali ke sekolah asalnya,” ujarnya.
Sementara itu, sejak kegiatan dimulai pada 14 Juli lalu, para siswa masih mengikuti tahap awal berupa matrikulasi dan pengenalan lingkungan sekolah.
Proses ini dirancang untuk membantu siswa lebih memahami sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat dan membangun kenyamanan dalam belajar.
”Ya, saat ini masih matrikulasi dan pengenalan lingkungan,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Hari Purnomo mengaku telah menerima pemberitahuan mengenai satu siswa dan satu guru di Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri.
”Kita sudah menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan persuasif agar siswa kembali bergabung di Sekolah Rakyat,” ujar dia.
Ia menambahkan, secara sah, siswa tersebut masih siswa Sekolah Rakyat. Karena belum ada keputusan pengganti.
”Karena kan sudah di-SK-kan baik SK bupati maupun Kemensos. Artinya, belum bisa dikatakan sah mengundurkan diri, dan kami tetap melakukan upaya pendekatan,” jelas dia.
Sebagai kepanjangan Kemensos, lanjut dia, pemkab akan terus melakukan monitoring dan pengawasan.
”Kita punya kewenangan masing-masing. Untuk hal teknis memang sudah menjadi wewenang Sekolah Rakyat bersama Kemensos. Namun, dalam hal pengawasan, kita tetap ikut andil. Sehingga dalam hal ini kita masih ikut melakukan upaya upaya agar Sekolah Rakyat berjalan lancar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung resmi dimulai pada 14 Juli lalu.
Tahap awal, hanya menerima 100 orang siswa yang dibagi dalam empat rombongan belajara. Masing-masing SMP 2 rombel, dan jenjang SMA 2 rombel.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan boarding school dan gratis. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz