JombangBanget.id – Kantor Kemenag Jombang menilai tes kemampuan akademik (TKA) penting untuk mengukur kemampuan siswa secara merata.
Rencananya, TKA bakal diwajibkan untuk siswa madrasah kelas akhir.
’’Memang tidak diwajibkan, dan yang diutamakan untuk siswa yang akan lanjut kuliah. Tapi nanti akan kita wajibkan untuk ikut di aliyah,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir.
TKA digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapan akademik para lulusan madrasah.
’’TKA ini sebenarnya diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan kuliah. Harapannya mereka yang ingin meneruskan ke jenjang lebih tinggi, khususnya perguruan tinggi, mengikuti tes ini,’’ ungkapnya.
TKA hampir serupa dengan ujian nasional (UN). Bedanya, TKA tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan.
’’TKA hanya menguji kemampuan pada mata pelajaran tertentu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran pilihan,’’ tambahnya.
Jika seluruh SMA, SMK dan MA sepakat untuk mewajibkan TKA untuk seluruh siswa, maka menurutnya lebih baik.
Sebab tolok ukur kemampuan siswa akan tergambar jelas di hasil TKA sebagai pemetaan kemampuan akademik.
’’Seandainya se-Kabupaten Jombang diwajibkan ikut, itu akan lebih baik untuk pemetaan kemampuan akademik anak-anak kita,’’ tegasnya.
Di SMA/SMK negeri dan swasta TKA belum ditetapkan wajib atau tidak.
Baca Juga: Berburu KIP Kuliah, 1.264 Calon Mahasiswa di Jombang Ajukan Permohonan Surat Keterangan Tidak Mampu
’’Untuk sekolah negeri siap tinggal menunggu kepastian, wajib untuk semua siswa atau hanya beberapa yang mau lanjut kuliah saja,’’ kata Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Pinky Hidayati.
Sementara SMA swasta besar di Jombang pada umumnya sudah siap. Sedangkan untuk sekolah swasta kecil masih dalam tahap pendataan kesiapan.
’’Kami minta ketua MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) SMA swasta melakukan pendataan, SMA mana saja siap ikut,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz