JombangBanget.id – Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran senilai Rp 9,1 miliar untuk pengurukan lahan Sekolah Rakyat di area Terminal Kargo, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang lewat P-APBD 2025.
Kegiatan pengurukan ditargetkan bisa dimulai September.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pengurukan lahan ditargetkan bisa dimulai sekitar September.
Baca Juga: Penunjukan Tenaga Juru Masak Tak Jelas, Begini Kata Kepala Sekolah Rakyat Jombang
”Proses pengurukan ini merupakan langkah awal pembangunan fisik Sekolah Rakyat. Harapannya, jika semua berjalan lancar, kita bisa mulai berproses di bulan September,” ujar Bayu, Jumat (20/7).
Terkait mekanisme pengadaan, Bayu menyebut prosesnya masih dalam tahap koordinasi bersama pejabat pembuat komitmen (PPK).
Pengadaan barang bisa dilakukan melalui e-purchasing, namun bisa juga melalui lelang/tender.
”Biasanya kalau pengadaan barang melalui e-purchasing, tapi saya masih akan diskusi lebih lanjut dengan PPK. Nanti kita tentukan bersama, apakah menggunakan tender atau e-purchasing,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran mencapai Rp 17,9 miliar dalam P-APBD 2025.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengurukan serta perluasan areal terminal barang yang diusulkan pemkab untuk lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Bupati Jombang Warsubi membenarkan terkait alokasi anggaran pengurukan dan pengadaan lahan untuk mendukung rencana pemerintah membangun gedung Sekolah Rakyat permanen di areal terminal barang Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.
”Ya, insyaallah sebagai bentuk dukungan kita untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat,” ujar dia.
Baca Juga: Bupati Warsubi Berikan Motivasi Siswa Sekolah Rakyat di Jombang
Bupati menjelaskan, luasan tanah yang akan dibeli pemkab mencapai sekitar 2 hektare.
”Luasan pastinya saya kurang hafal, namun kurang lebih 2 hektare,” jelas dia. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz