JombangBanget.id – Hingga hari kelima sejak dibuka Senin (14/7) lalu, kebutuhan permakanan siswa Sekolah Rakyat di Jombang masih mengandalkan katering.
Menyusul, penunjukan juru masak dari Kemensos belum rampung.
”Sementara masih menggunakan katering,” ujar Andik Minarto, kepala Sekolah Rakyat Jombang, (18/7).
Ia menyampaikan, saat ini proses penunjukan juru masak masih berproses di Kemensos.
Secara pasti, pria yang sebelumnya menjabat Waka Kurikulum SMKN 3 Jombang ini belum tahu sampai kapan penunjukan klir.
”Sudah ada juru masak satu orang. Namun untuk kebutuhan idealnya kami belum tau, karena ke depannya kerja sama dengan BGN (Badan Gizi Nasional),” tambahnya.
Hingga hari kelima, siswa yang sudah tinggal di asrama ini masih mengandalkan katering untuk kebutuhan makan.
Meski begitu, Andik menegaskan, jika tidak ada kendala berarti baik soal kebutuhan permakanan, kegiatan di asrama dan lain-lain.
”Alhamdulillah sampai dengan hari ini berjalan lancar, siswa-siswa yang masih butuh penyesuaian didampingi oleh wali asuh,” papar dia.
Sampai saat ini siswa masih fokus kegiatan MPLS. Berbagai kegiatan diikuti sesuai jadwal yang diberikan Kemensos.
”Ya masih fokus MPLS. dan Kamis hingga Sabtu besok ada materi kesamaptaan dari koramil,’’ jelas dia.
Andik mengatakan, pada tiga bulan pertama ini akan dijalankan masa matrikulasi guna membiasakan siswa dengan lingkungan dan pola hidup baru.
Selain itu, tes talenta juga dilakukan untuk mengenali potensi masing-masing siswa. Baru setelah masa matrikulasi berakhir akan diterapkan kurikulum nasional.
Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat menitikberatkan pada pembinaan karakter dan spiritual.
Siswa mengikuti ibadah malam sejak maghrib hingga pukul 21.00 WIB, termasuk kegiatan tadarus dan hafalan Alquran.
Rutinitas harian dimulai sejak subuh, diawali dengan salat berjamaah dan sarapan bersama.
”Adapun jadwal libur atau jam besuk bagi orang tua, yakni dijadwalkan minggu pukul 13.00-17.00,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz