JombangBanget.id – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang mulai berjalan, Senin (14/7).
Bupati Warsubi menegaskan, program Sekolah Rakyat bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
”Sekolah Rakyat merupakan implementasi Asta Cita nomor empat Presiden Prabowo. Presiden memahami bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Jangan sampai kemiskinan menjadi warisan,” tutur Bupati Warsubi saat meninjau Sekolah Rakyat bersama Wabup Salmanudin Yazid.
Tiba di lokasi Sekolah Rakyat (SR) Menengah Pertama dan Menengah Atas Terintegrasi 8 Kabupaten Jombang yang ada di Jl. Drs. Moh. Hatta, Dusun Mancilan, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Bupati Warsubi langsung keliling ruangan memastikan seluruh fasilitas, mulai dari asrama hingga ruang kelas, siap mendukung proses belajar mengajar.
Tidak hanya itu, Bupati Warsubi juga memasuki setiap ruang kelas bertemu dengan para siswa dan memotivasi para siswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar.
”Anakku sekalian yang saya cintai, siswa-siswi Sekolah Rakyat. Di hari yang baik ini, saya berdiri di hadapan kalian dengan penuh harapan dan keyakinan. Saya sangat yakin bahwa kalian, yang telah dipilih oleh rakyat Jombang, memiliki cita-cita besar,” ujarnya.
Bupati juga berbincang dengan para orang tua siswa yang tengah mengantar putra-putrinya.
Bupati Warsubi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan pendidikan layak dan berkualitas secara gratis.
Hal ini merupakan upaya untuk memastikan tidak ada anak Jombang yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi.
”Alhamdulillah, anak-anak kurang mampu bisa sekolah dengan layak. Ini amal baik panjenengan juga, pak Andik. Jaga terus dan dampingi anak-anak ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, memasuki hari kedua, kegiatan siswa-siswi Sekolah Rakyat masih melanjutkan program MPLS sesuai pedoman Kemensos.
Baca Juga: Pemkab Jombang Cek Kesiapan Sekolah Rakyat, Tenaga Ini Ternyata Belum Klir
”Alhamdulillah hari kedua berjalan lancar. Tadi saya mantau, kegiatan adalah pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Kepala Dinas Sosial Jombang Hari Purnomo, Selasa (15/7).
Ia menegaskan, sesuai instruksi Bupati Warsubi, pihaknya akan mengawal seluruh kegiatan agar berjalan lancar.
”Pemkab akan ikut andil dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Disinggung soal siswa yang dipilih, ia menyebut jika mereka semua merupakan fresh graduate alias lulusan baru dari jenjang sebelumnya.
Artinya mereka bukan anak yang putus sekolah.
”Kita mengambil dari desil 1 dan desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Teman-teman Pendamping PKH yang diberi tugas penjaringan sudah bekerja sesuai petunjuk dari Kementerian Sosial,” terangnya.
Menurut Hari, validasi data juga dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai bentuk pengawasan tambahan agar seleksi tepat sasaran.
”Setelah kita mengerucutkan menjadi 100 siswa, BPS turut melakukan cross check di lapangan. Insyaallah data dan proses di Jombang ini sudah sesuai baik secara administratif maupun fakta di lapangan,” tandas Hari. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz