JombangBanget.id – Tahun pelajaran baru 2025/2026 dimulai dengan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan Matsama (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) di seluruh jenjang pendidikan, Senin (14/7).
Hari pertama sekolah, siswa diajak untuk mengenali satuan pendidikannya dari segala sisi.
”Prinsip Matsama tahun ini yaitu menyenangkan, membahagiakan dan tidak menegangkan,” kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir.
Pada matsama, ada lima kegaitan dasar yang wajib dilakukan.
Yaitu kemadrasahan, madrasah values, moderasi beragama, ekoteologi, aman nyaman dan menyenangkan.
”Untuk yang aman nyaman dan menyenangkan ini termasuk pengenalan bentuk tindakan bullying, pelecehan seksual, narkoba, juga nanti ada ikrar dan janji siswa baru menjauhi tindakan bullyingm, intoleran, pelecehan seksual, merokok dan narkoba,” kata Muhajir.
Dijelaskan, Matsama dilakukan tiga hari pertama tahun pelajaran baru.
Ada enam hal yang dilarang selama Matsama berlangsung.
Yang pertama tindakan kekerasan, perpeloncoan dan bullying.
Kedua tindakan asusila, ketiga berduaan dengan lawan jenis tanpa pengawasan, keempat penggunaan atribut yang tidak sesuai.
Kelima kegiatan yang membahayakan keselamatan jiwa dan raga, dan keenam melakukan pemungutan biaya dalam bentuk apapun.
”Materi tersebut juga ditambah suplemen pendidikan anti korupsi dan penguatan integritas,” pungkasnya.
Sementara itu di jenjang SMP dan SMA konsep MPLS tahun ini sama, yaitu MPLS ramah.
Di jenjang SMA dan SMK ada enam kegiatan penumbuhan dan penguatan karakter yang wajib diberikan kepada siswa selama masa MPLS.
Pertama gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kedua, pertemuan pagi ceria. Ketiga, siswa baru juga diberikan pengenalan profil lulusan di setiap sekolah.
Keempat ada pencegahan kekerasan. Kelima, pencegahan isu napza dan keenam pencegahan isu judi online.
Menurutnya hal itu diberikan agar siswa memiliki pengetahuan terkait dampak dan akibat yang didapatkan jika nekat menggunakan Napza dan melakukan judi online.
”MPLS hari ini dibuka secara langsung di SMA Hang Tuah Surabaya. Di Jombang center MPLS ada di SMKN 1 Jombang dan SMAN 3 Jombang, nanti Kasi SMA dan Kasubag TU berbagi tugas di sana,” kata Pinky Hidayati, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang dikonfirmasi terpisah.
Sementara MPLS di jenjang SMP ada kegiatan wajib dan kegiatan pilihan.
Salah satu kegiatan wajib yang harus diberikan kepada siswa adalah penguatan karakter terkait pencegahan penyimpangan isu sosial.
Isu yang wajib diberikan kepada siswa adalah isu kekerasan, penyalahgunaan Napza dan judi online.
”Itu isu sosial yang wajib diberikan kepada siswa baru,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
Sementara isu sosial pilihan yang bisa diberikan kepada siswa baru adalah bisa terkait isu pornografi, perkawinan anak serta isu sosial lainnya.
Isu sosial pilihan ini dapat diberikan sesuai kebutuhan dan ketetapan kepala sekolah.
”Tidak ada ketentuan dari kami harus pilih yang mana, sekolah boleh memilih sendiri, bisa dua, tiga atau lebih, mungkin bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar sekolah,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz