JombangBanget.id – Kontrak kerja proyek pengerjaan Sekolah Rakyat tahap I di SKB Mojoagung berakhir, Selasa (8/7).
Seluruh item pekerjaan telah tuntas dikerjakan, tinggal menunggu kelengkapan sarana prasarana (sarpras) pendukung dari Kemensos.
Pantauan di lokasi, tampak renovasi gedung SKB Mojoagung telah selesai.
Mulai kantor dan ruang pengasuh, ruang perpustakaan, musala, asrama putra dan putri, lab IPA, ruang kelas, dapur kotor, dapur bersih, ruang makan, ruang tunggu dan lain-lain telah rampung.
Termasuk sarpras, meja kursi, almari serta tempat tidur telah disiapkan.
”Jadi hari ini memang hari terakhir pengerjaan. Ini sudah rampung semua,” ujar Komang Arya, pengawas K3 Health, Safety, and Environment (HSE) kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (8/7).
Secara keseluruhan, lanjut dia, ada 16 jenis fasilitas utama, yang dilakukan renovasi hingga pembangunan dalam kegiatan ini.
Tak terkecuali beberapa pengerjaan baru seperti toilet khusus, area jemur pakaian, menara tandon air, hingga lahan parkir.
”Semua dirancang untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran proses belajar. Dan semua renovasi sudah selesai, hari ini tinggal dibersihkan dan di pel saja lantai-lantainya," tambahnya.
Ia menyampaikan, gedung akan difungsikan pada 14 Juli mendatang.
Meski demikian, ia tak menampik bila masih ada fasilitas pendukung yang menjadi kewenangan pemerintah untuk melengkapi.
Baca Juga: Kepala Sekolah Rakyat Jombang Sudah Ditunjuk, Sebelum Bekerja Harus Ikut Retret Dulu di Jakarta
Mulai bantal, selimut, gorden dan lain-lain untuk kebutuhan para siswa.
”Untuk kelengkapan fasilitas lain seperti bantal di asrama itu masuk ke ranah dinas Sosial (Dinsos). Untuk siswa-siswi masuk ke sekolah itu tanggal 14 Juli 2025," papar dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Hari Purnomo menyampaikan, jika pemenuhan sarana prasarana pendukung menjadi kewajiban Kemensos. Saat ini dalam proses pengadaan.
”Ya, memang disediakan oleh Kemensos dan saat ini masih dalam proses,’’ ujar dia.
Ia menjelaskan, sarpras akan disediakan Kemen PU dan Kemensos. Di antaranya alat dapur, kamar mandi, bantal selimut, isi Lab ipa, Lab komputer, dan lain-lain.
”Komunikasi terus kita lakukan. Saat ini masih menunggu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi mengatakan, persiapan Sekolah Rakyat di Jombang sudah mencapai sekitar 95 persen.
Fasilitas gedung hampir tuntas dibangun. Sesuai rencana, kegiatan proses belajar mengajar dimulai secara serentak pada pertengahan Juli mendatang.
”Insya Allah kita kawal penuh. Kalau soal persiapan secara keseluruhan 95 persen sudah selesai,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (30/6).
Saat ini rekrutmen siswa Sekolah Rakyat telah rampung. Pada tahap awal, Sekolah Rakyat di Jombang hanya menerima sebanyak 100 siswa.
Mereka dibagi dalam empat rombel, yakni 2 rombel jenjang SMP dan 2 rombel jenjang SMA.
”Ya, SMP dan SMA dulu,’’ tambahnya.
Terkait pemenuhan tenaga guru dan kependidikan lainnya, pemkab sudah mengusulkan sedikitnya 191 nama kepada pemerintah pusat.
Meliputi 100 orang tenaga kependidikan dan 91 tenaga pendidik atau guru.
Kegiatan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat sementara akan menempati SKB Mojoagung.
Pemerintah sudah merenovasi bangunan dan melengkapi fasilitas mulai dari asrama putra, asrama putri, ruang kelas, ruang guru, ruang rapat hingga toilet.
Saat ini pembangunan sudah hampir tuntas dan secepatnya bisa ditempati. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan boarding school.
”Jadi siswa sudah disiapkan asrama, dan semuanya gratis,” tegasnya.
Sesuai rencana, kegiatan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat akan akan dimulai pada pertengahan Juli mendatang.
”Ya, nanti akan dibuka bersamaan dengan sekolah umum 14 Juli,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz