JombangBanget.id – Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid melakukan inpeksi mendadak (sidak) menindaklanjuti adanya keluhan penjahit seragam di sejumlah titik, Senin (7/7).
Wabup ingin memastikan, program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP berjalan transparan tanpa adanya potongan atau pungutan liar (pungli).
Pantauan di lokasi, Wabup Salman dan Sekdakab Jombang Agus Purnomo mendatangi penjahit di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono Kecamatan Jombang.
Mereka menanyakan kesiapan penjahit sebelum proses penjahitan seragam yang dijadwalkan pekan depan.
”Hari ini tadi kami ke kecamatan Plandaan. Kami sidak tiga titik sekaligus. Kami pastikan tidak ada potongan, tidak ada titipan. Ada tiga titik sudah kami survei dan tidak ada yang namanya titipan itu,” ujar dia di wawancara Jawa Pos Radar Jombang.
Ia menyampaikan, sesuai keputusan awal jika ongkos penjahitan seragam telah ditetapkan untuk jenjang SMP sebesar Rp 105 ribu dan jenjang SD Rp 95 ribu.
Namun jumlah itu, belum dipotong pajak PPN 12 persen dan PPH 2 persen.
”Dan bahkan para penjahit mengaku sangat senang, sangat terbantu dengan program ini,” papar dia.
Ia menyampaikan, saat ini proses pengadaan seragam gratis masih dalam proses. Untuk penjahitan ditargetkan pekan depan sudah dimulai.
”Kainnya mulai minggu depan, sekarang masih pengukuran. Saya minta kepada para penjahit untuk mengukur langsung setiap siswa agar datanya akurat, jadi tidak menggunakan ukuran S/M/L lagi. Ukurannya juga saya minta dilonggarkan 1-2 cm, supaya tidak kekecilan, lebih baik kebesaran sedikit,” ujarnya.
Pihaknya mengaku akan terus memantau dan mengevaluasi realisasi program seragam gratis bagi siswa.
Bahkan, ia juga meminta penjahit tidak melakukan pungutan jika memperkerjakan penjahit rumahan.
”Kami akan terus memantau sampai seragam benar-benar sampai ke siswa dengan ukuran yang pas, tepat waktu, dan tanpa pungutan apa pun,” pungkasnya.
Terpisah Ernawati, salah satu penjahit di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono menyampaikan, pemberian besaran ongkos jahit seragam gratis sudah sesuai.
”Semua sesuai. Kami dapat keuntungan sekitar 15 persen, itu lebih besar dari biasanya. Kalau borongan pribadi, biasanya cuma Rp 50- Rp 60 ribu. Kami ditargetkan selesai sesuai waktu yang ditentukan. Saya saat ini memiliki 15 penjahit. Biasanya bisa menghasilkan 60 setel setiap hari,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz