Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Nelangsa SD Negeri di Jombang Ini, Bangunan Sekolah Sudah Rusak Berat, SPMB Sepi Pendaftar

Achmad RW • Sabtu, 5 Juli 2025 | 02:28 WIB
Kondisi bangunan SDN Jabon 2 di Desa Jabon, Kecamatan Jombang memprihatinkan.
Kondisi bangunan SDN Jabon 2 di Desa Jabon, Kecamatan Jombang memprihatinkan.

JombangBanget.id - Kondisi bangunan SDN Jabon 2 di Desa Jabon, Kecamatan Jombang memprihatinkan.

Sejumlah bangunan kelas rusak berat bahkan rawan ambrol.

Beban sekolah semakin bertambah lantaran pada SPMB tahun ini hanya mendapat dua siswa baru dari pagu sebanyak 28 siswa.

Pantauan di lokasi, bangunan sekolah negeri yang berada di wilayah perkotaan ini memprihatinkan. Kondisi sejumlah bangunan kelas rusak berat.

Bagian plafon di ruang kelas 1 dan 2 sebagian sudah jebol. Di ruang kelas 2, rangka plafon disangga dengan kayu agar tidak runtuh.

Tidak hanya itu, lorong teras kelas juga rusak berat. Pilar-pilar beton penyangga bangunan tampak keropos, memperlihatkan besi tulangnya.

Kepala SD Negeri Jabon 2 Wiji Utami tak menampik kerusakan bangunan sekolah.

Kerusakan sudah berlangsung lama.

”Kerusakan sudah berlangsung lama, plafon kelas juga banyak yang jebol, kayu-kayunya sudah banyak yang lapuk, makannya diberi penyangga,” ungkap Wiji saat ditemui di sekolah, Kamis (3/7).

Selain kerusakan pada ruang kelas, bangunan perpustakaan sekolah juga rusak berat bahkan sekarang sudah dikosongkan sebab mempertimbangkan keselamatan siswa.

”Atap perpustakaan juga sudah roboh dan tidak bisa difungsikan sama sekali,” imbuhnya.

Baca Juga: Waduh! Sudah Waktunya Mepet, Web Pemenuhan Kuota SPMB 2025 Milik Pemprov Jatim Malah Eror

Sebagai upaya, pihaknya sudah mengajukan renovasi empat ruang kelas. Dari pengajuan itu, hanya terealisasi dua kelas saja yang direnovasi, tepatnya pada 2022 lalu.

”Kami sudah ajukan bantuan, tapi yang dapat cuma dua ruang, yakni kelas 3 dan 4. Sementara ruang kelas 1 dan kelas 2 sampai sekarang belum tersentuh,” tambahnya.

Karena kondisi kelas 1 dan 2 rusak berat, pihak sekolah menyiasatinya dengan menggabungkan kelas.

”Jadi terpaksa satu ruangan dipakai dua kelas,” jelas Wiji.

Disinggung terkait hasil SPMB, Wiji menyebut sekolahnya minim pendaftar.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah selama masa pendaftaran siswa baru.

Namun, dari empat siswa yang mengambil formulir, hanya dua yang mengembalikan.

”Orang tua pasti mikir soal keselamatan anak. Kalau bangunannya rusak begini, ya wajar mereka khawatir,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Rhendra Kusuma tak menampik kondisi kerusakan SDN Jabon 2.

”Fasilitas bukan alasan utama. Banyak orang tua memilih sekolah lain seperti SD swasta atau madrasah,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan data penerimaan pendaftaran SPMB SD negeri, terdapat sekitar 47 SD negeri di Jombang yang hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru.

Untuk mengatasi kekurangan ini, sekolah bisa memanfaatkan kesempatan pada tahapan pemenuhan pagu pada 4–8 Juli 2025.

”Kami beri kesempatan bagi sekolah untuk mengisi kekurangan siswa lewat jalur pemenuhan pagu,” pungkas Rhendra. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #Pemkab Jombang #Jabon #siswa #SPMB SD #sd negeri #spmb #siswa baru #Jombang #Dinas P dan K Jombang #SDN #rusak berat #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang #murid baru