JombangBanget.id – Perubahan pagu SMP negeri di Jombang tak sesuai harapan.
Di SMPN 3 Wonosalam, Jombang terpaksa menolak siswa karena jumlah pagu terpenuhi.
Sebaliknya, di SMPN 1 Megaluh justru kekurangan pendaftar karena jumlah pagu bertambah.
”Kami membuka sesuai dengan rombel yang sudah ditetapkan, jadi tidak bisa nambah,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
SMPN 3 Wonosalam tahun lalu membuka pagu dua rombel. Dimana satu rombel menampung 32 siswa. Namun, hanya ada 22 yang mendaftar.
Tahun ini, pagunya dikurangi menjadi satu rombel atau 32 siswa, tapi yang mendaftar justru lebih banyak. Sehingga ada lebih dari lima siswa ditolak.
Sementara di SMPN 1 Megaluh, tahun ini dibuka enam rombel dari yang sebelumnya hanya lima rombel.
Sebab tahun lalu seluruh pagunya terisi. Namun sekarang setelah dibuka enam rombel, SMPN 1 Megaluh justru kekurangan 46 siswa.
Untuk diketahui, total pagu SPMB SMP yang dibuka adalah 10.752 siswa, dari 48 SMP negeri di Kabupaten Jombang.
Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu 10.688 atau bertambah 64 siswa.
Tiga sekolah menambah rombel, yaitu SMPN 1 Jombang dari 10 rombel menjadi 11 rombel, SMPN 1 Megaluh 5 rombel menjadi 6 rombel, SMPN 3 Peterongan dari 10 rombel menjadi 11 rombel.
Sedangkan SMPN 3 Wonosalam dari dua rombel berkurang menjadi satu rombel.
Sementara di SMPN 1 Jombang dan SMPN 3 Peterongan seluruh pagu terisi.
Di SMPN 3 Peterongan 229 siswa diterima pada jalur domisili pondok, 18 siswa diterima jalur afirmasi, 10 siswa jalur mutasi, dan 95 siswa jalur prestasi.
”Domisili pondok hanya bisa diikuti santri, tiga jalur yang lain bisa dikuti masyarakat umum, di Jombang hanya satu yang menggunakan domisili pondok, yaitu SMPN 3 Peterongan saja,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz