Pengumuman Hasil Lomba Bertutur Disperpusip Jombang Dilaksanakan Hari Ini, Hadiah Diserahkan Langsung Bupati Warsubi

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 25 Juni 2025 | 17:55 WIB

 

Ilustrasi Lomba Bertutur tingkat SD/MI Disperpusip Jombang.
Ilustrasi Lomba Bertutur tingkat SD/MI Disperpusip Jombang.

JombangBanget.id – Pelaksanaan final lomba bertutur yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang berakhir, Selasa (24/6).

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan hari ini (25/6) di Pendopo Kabupaten Jombang.

Sekaligus penganugerahan lomba perpustakaan desa dan pengukuhan Bunda Literasi.

’’Alhamdulillah lomba bertutur sukses, 37 peserta tampil dengan baik, juri telah mengolah nilai dan siap diumumkan Rabu (hari ini),’’ kata Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, Sri Surjati.

Seluruh peserta akan hadir kembali pada penganugerahan juara hari ini.

Juara satu akan tampil lagi di hadapan Bupati Warsubi dan seluruh undangan yang hadir.

 

’’Untuk hasil lomba bertutur akan diumumkan besok (hari ini), nilai masih diolah tim juri,’’ jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan lomba bertutur hari kedua kemarin berjalan lancar dan meriah. Ada 19 peserta yang tampil, yaitu nomor urut 19 sampai 38. ’’Nomor urut 26 mengundurkan diri,’’ ucapnya.

Peserta tampil baik dan maksimal. Mereka membawa properti sederhana yang dipakai untuk tampil.

Juri yang bertugas, Anom Antono, sub koordinator sejarah dan nilai budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Imam Gozali, pekerja seni.Zakaria Ahmad Efendi atau Kak Zaki, pendongeng Jawa Timur. Nanda Sukmana, ketua Dewan Kesenian Jombang. Serta Dwi Novitasari, praktisi pendidikan dan pekerja seni.

Sebelum nomor urut 19 tampil, juri memberikan arahan terkait teknik mendongeng agar peserta dapat mengimplementasikan di panggung.

Salah satu juri, Anom Antono, mengatakan, dari tahun ke tahun lomba bertutur yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, peserta mengalami peningkatan dalam hal kualitas bertutur.

Ia berharap, tradisi mendongeng ini terus lestari sehingga penting untuk dikenalkan kepada anak-anak.

’’Penampilan siswa cukup bagus. Meskipun mereka masih terikat oleh hafalan, padahal dongeng tidak sekedar menghafal, tapi juga menjiwai masing-masing tokoh, sehingga jadi karya dongeng yang baik,’’ urainya.

Ada peserta yang hafalannya sudah bagus tapi penjiwaannya kurang baik. Ada yang hafalannya bagus penjiwaan bagus. ’’Sehingga menghasilkan penampilan yang luar biasa,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)

 

Editor : Ainul Hafidz
Disperpusip lomba bertutur Jombang