Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Waduh, Hari Pertama SPMB SMP Server Lemot, Begini Penjelasan Dinas P dan K Jombang

Wenny Rosalina • Senin, 23 Juni 2025 | 14:59 WIB
Ilustrasi SPMB SMP server lemot.
Ilustrasi SPMB SMP server lemot.

JombangBanget.id – Hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP periode seleksi mengalami kendala.

Menyusul, server dikeluhkan lemot.

Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari tak menampik kendala itu.

Ia mengatakan, server sempat lemot karena seluruh pendaftar mengakses portal yang sama secara bersamaan.

”Ya memang karena diakses bersamaan, kadang ya lemot, kadang ya tidak,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Meski demikian, kendala yang dihadapi sebatas lemot dan sistem tetap bisa diakses.

Menurutnya hal tersebut wajar, karena seluruh pendaftar mengakses server yang sama dalam waktu bersamaan. Namun, pihaknya bakal terus berusaha memperbaiki.

”Kami bakal terus koordinasi dengan pengembang aplikasi, yang menangani server,” jelasnya.

Hari kedua dan seterusnya kerja server lebih stabil.

Sebab siswa hanya melakukan pemantauan atau melakukan pembatalan jika sudah dinyatakan tidak diterima di satu sekolah dan mendaftar di sekolah lain.

”Kalau hari pertama ini kan bersamaan, pagi itu juga diakses ribuan orang, otomatis ya lemot, apalagi pemantauan peringkat biasanya dilakukan lebih intens,” papar dia.

Baca Juga: Pendaftaran SPMB SMA/SMK di Jombang Tahap Pertama Ditutup, Pagu Sekolah Ini Belum Terisi

Usai mendaftar, pemeringkatan siswa terus bergerak. Siswa diimbau melakukan pemantauan secara intensif jika berada di peringkat bawah.

”Karena pendaftaran belum ditutup, pemeringkatan sementara terus bergerak, jika ada pendaftar baru bisa saja posisi bergeser,” papar dia.

Jika memilih jalur prestasi, maka pemeringkatan dilakukan berdasarkan bobot nilai.

Jika jalur domisili, maka dinilai berdasarkan usia dan jarak tempat tinggal terdekat dengan sekolah.

Sedangkan, jika jalur afirmasi maka mempertimbangkan jarak tempat tinggal terdekat bagi siswa yang memiliki bukti keikutsertaan dalam progran penanganan keluarga tidak mampu.

Sementara, jika jalur mutasi orang tua atau wali maka memprioritaskan alamat KK atau surat keterangan pindah domisili yang dikeluarkan Dispendukcapil serta jarak dari sekolah ke tempat tugas baru.

Ditanya berapa jumlah pendaftar, pihaknya masih belum memegang data tersebut.

”Sejauh ini kami belum dapat melihat berapa yang mendaftar, coba nanti kami koordinasi dulu, dimana untuk menakses itu,” imbuhnya.

Siswa SD yang mendaftar SMP bisa melakukan pendaftaran sendiri. Hanya saja banyak orang tua yang meminta bantuan kepada operator sekolah untuk mendaftar.

”Sebetulnya bisa daftar sendiri, tapi karena tidak semua orang tua paham teknologi, sehingga banyak yang meminta bantuan kepada operator,” katanya.

Seperti SDN Mojongapit 3 Kecamatan Jombang yang memasrahkan pendaftaran SMP siswa kepada sekolah.

”Kami semua yang menangani, mulai dari pendataan, sampai pendaftaran periode seleksi,” ungkap Kepala SDN Mojongapit 3 Zumaroh Is’adah.

Total ada sembilan yang lulus, dua siswa daftar ke sekolah swasta karena terkendala administrasi.

Sedangkan satu siswa mendaftar ke SMPN 2 Jombang melalui jalur prestasi nilai rapor serta lima lainnya ke SMPN 6 Jombang.

”Bahkan saat pendaftaran siswa tidak perlu datang ke sekolah, karena sebelumnya sudah dipasrahkan kepada kami, kami bantu, dan semua siswa sebelumnya sudah memberitahu kami ingin sekolah kemana, jadi yang menentukan sekolah tetap orang tua dan siswa,” pungkasnya. (wen/ang)

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #SPMB SMP #spmb #Jombang #Dinas P dan K Jombang #SMPN #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang #seleksi #Server Lemot