JombangBanget.id – Pagu yang tidak terisi pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA dan SMK tahap pertama di Jombang bakal dibiarkan kosong.
Sisa pagu itu dialihkan pada jalur domisili rayon yang bakal dibuka pada 26-27 Juni.
’’Sesuai dengan juknis, sisa pagu bakal dialihkan ke jalur domisili rayon,’’ kata kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Ulil Mu’amar.
Sisa pagu tidak hanya dilihat dari jumlah pendaftar dan jumlah yang diterima pada SPMB tahap pertama jalur afirmasi, jalur mutasi dan jalur prestasi hasil lomba.
Sebab, siswa yang sudah terdaftar belum resmi diterima. Masih menunggu hasil akhir setelah daftar ulang di SMAN dan SMKK tujuan.
’’Kalau pendaftar tahap pertama tidak melakukan daftar ulang tanggal 20-21 Juni, maka dianggap mengundurkan diri,’’ jelasnya.
Pada jalur domisili SMAN menampung 35 persen siswa dari total pagu.
Terdiri dari 20 persen dari domisili reguler, dan domisili sebaran. Domisili SMKN hanya boleh di dalam rayon, dan dapat memilih maksimal tiga sekolah.
Sementara pada jenjang SMKN, jalur domisili hanya untuk 10 siswa dari total pagu.
Siswa dapat memilih dalam rayon atau luar rayon, dan memilih maksimal tiga konsentrasi keahlian.
’’Pembagian rayon dapat dilihat di sistem SPMB Jatim, tinggal memasukkan kabupaten, kecamatan dan desa tempat tinggal, di sana langsung tertera pembagian rayon dan rayon yang berbatasan,’’ urainya.
Baca Juga: SPMB SMP di Jombang Ada Jalur Khusus, Hanya Diterapkan di Sekolah Ini
Jombang dibagi menjadi empat rayon. Rayon 1 terdiri dari SMAN Bandarkedungmulyo, SMAN 1 Jombang, SMAN 2 Jombang, SMAN 3 Jombang.
Rayon 2, SMAN Plandaan, SMAN Kabuh dan SMAN Ploso.
Rayon 3, dari SMAN Kesamben, SMAN Mojoagung, dan SMAN Jogoroto.
Serta Rayon 4, SMAN Bareng dan SMAN Ngoro.
Kabupaten yang rayonnya berbatasan dengan Jombang yakni Mojokerto, Lamongan, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz