Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ratusan Sekolah di Jombang Ajukan Penghapusan Aset, Mulai Buku hingga Peralatan Elektronik dan Mebeler

Wenny Rosalina • Kamis, 5 Juni 2025 | 18:04 WIB
INOVASI: Kegiatan lelang buku di Aula 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, (28/5).
INOVASI: Kegiatan lelang buku di Aula 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, (28/5).

JombangBanget.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang mendampingi sekolah untuk melakukan penghapusan aset.

Sedikitnya ada 125,698 ton buku berhasil dihapuskan, juga peralatan elektronik hingga mebeler.

’’Kami hanya mendampingi membantu prosesnya, dari lembaga kami bantu ke BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah),’’ kata Plh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.

Untuk penghapusan aset, sekolah mengikuti sejumlah tahap. Tahap awal, mengubah manfaatnya di website e-BMD (barang milik daerah).

Di sana ada dua kategori yaitu peralatan dan mesin. Jika barang tidak lagi digunakan bisa diubah menjadi aset hilang atau rusak berat.

Setelah manfaat diubah, baru dimutasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Sebab satuan pendidikan tidak bisa menghapus sendiri.

’’Dinas pendidikan menjembatani ke BPKAD, untuk eksekusi penghapusan,’’ ungkapnya.

Untuk peralatan dan elektronik, biasanya dihapus dengan cara dijual jika masih memungkinkan untuk dijual.

Misalnya alat elektronik yang saat dibeli seharga Rp 1 juta, jika sudah kondisi rusak berat, maka dapat dijual dengan nilai Rp 5-10 ribu.

Kecuali mebeler yang kondisinya sudah rusak berat, seperti meja kursi yang sudah keropos dan tidak memiliki nilai, maka akan dihapuskan dan selanjutnya diserahkan ke satuan pendidikan.

Baca Juga: Jadi Aset Vital Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Ekonom di Jombang Desak Pemkab Lakukan Penataan Pasar

’’Entah itu nanti dibakar atau gimana terserah, tapi kalau elektronik biasanya masih punya nilai,’’ katanya.

Yang menentukan harga BPKAD setelah melalui tahap appraisal.

’’Setelah melalui tahap appraisal, lembaga bisa menjual barang itu, uangnya masuk ke kas daerah,’’ lanjutnya.

Sejauh ini sudah ada 380 SDN dan 48 SMPN yang mengajukan penghapusan aset. Bentuknya beragam, ada yang peralatan, elektronik, juga buku.

Sementara untuk buku perlakuannya berbeda. Buku yang sudah tidak terpakai lagi dampak perubahan kurikulum dapat dihapuskan.

Total ada 125.698 kilogram buku dari 48 SMPN se-Kabupaten Jombang yang diajukan penghapusan.

Buku yang dapat dihapuskan hanya buku yang dibeli dengan menggunakan uang bantuan operasional sekolah (BOS). Sementara milik negara tidak dapat dihapuskan.

’’Buku milik negara tidak dapat dijual, penghapusannya melalui DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dengan cara dihancurkan,’’ jelasnya.

Buku tidak dijual per eksemplar. Namun dijual dalam bentuk kiloan.

Ada dua jenis buku, yaitu buku intra yang merupakan buku yang tercatat di KIB (kartu identitas barang) sekolah, dan buku yang tidak tercatat di KIB sekolah.

Penjualan buku dilakukan melalui lelang. 125.698 kilogram buku terjual Rp 188.548.724.

Terdiri dari Rp 22.194.671 dari KIB tercatat, dan Rp 166.354.053 dari KIB yang tidak tercatat.

Pemenang lelang baru membayar uang muka (DP) Rp 50 juta untuk buku KIB tidak tercatat dan DP Rp 7 juta untuk KIB tercatat.

Pelunasan lelang maksimal pada 5 Juni dan pengambilan buku dilakukan di sekolah langsung oleh pemenang lelang, maksimal 10 Juni.

’’Hasil lelang buku juga masuk ke kas daerah, pemenang lelangnya Kusnanto, warga Peterongan Jombang,’’ urainya.

Proses lelang dilaksanakan pada Rabu 26 dan 28 Mei lalu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

’’Disaksikan dari BPKAD dan Inspektorat, kebetulan tempat lelangnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Sekolah #Pemkab Jombang #lelang #mebeler #penghapusan aset #kursi #elektronik #buku #bangku #Jombang #Dinas P dan K Jombang #SDN #SMPN #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang