JombangBanget.id – Indeks sekolah asal menyumbang nilai 40 persen dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025 di Jombang.
Indeks ditentukan oleh nilai yang didapatkan alumni SMP/MTs di SMA SMK.
’’Untuk saat ini indeks belum muncul, rencananya pada tahap pengambilan PIN nanti akan dimunculkan,’’ kata Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Evi Dwi Widajanti, (28/5).
Indeks sekolah asal diperoleh dari rata-rata nilai rapor semua mata pelajaran dari satu SMP/MTs di kelas 10 semester 1, kelas 11 semester 1-3, dan kelas 12 semester 1-5.
Pada SPMB SMA SMK 2025, indeks sekolah menyumbang nilai 40 persen. Sementara nilai rapor menyumbang bobot 60 persen.
Nilai akhir akan jadi penentu pemeringkatan pada jalur nilai prestasi akademik SMA/SMK dan jalur domisili SMA.
Aturan soal pembobotan ini juga berbeda dari PPDB 2024 lalu.
Tahun lalu, nilai rapor siswa menyumbang bobot 50 persen, nilai akreditasi sekolah menyumbang bobot 20 persen dan indeks sekolah asal menyumbang bobot 30 persen.
Tahun ini akreditasi tidak berpengaruh pada SPMB.
’’Yang nyumbang nilai hanya rapor dan indeks sekolah asal, akreditasi tidak dipakai lagi dalam SPMB,’’ jelasnya.
Penghitungan indeks sekolah asal sendiri ditentukan dari rapor alumni yang akan dihitung menyeluruh menggunakan sistem.
Baca Juga: SPMB SMP 2025 di Jombang, Calon Murid Mulai Unggah KK, Segini Jumlahnya
’’Secara garis besar dari nilai rapor alumni SMP/MTs tersebut di SMA dimaksud yang akan di generate by sistem,’’ urainya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz