MINGGU (23/3) di rumah Pondok Gede,Bekasi, saya mendapat wejangan dari ibu saya, Dyah Pangestuti, saat jalan pagi bersama beliau.
Yakni tentang pentingnya saya menjadi wanita yang mandiri di masa depan nanti.
’’Urusan lelaki itu belakangan. Yang terpenting kita, kaum hawa, bisa menjadi orang yang bermanfaat di depan masyarakat. Kita harus bisa menjadi wanita mandiri. Karena tidak selamanya lelaki dapat diandalkan,’’ tuturnya.
Seperti yang dicontohkan Khadijah istri Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Beliau salah satu wanita yang dijamin masuk surga. Dan beliau adalah sosok wanita yang mandiri dalam hal apapun.
’’Para wanita harus bisa membuktikan bahwa wanita juga bisa berguna bagi masyarakat dan sekitarnya,’’ terangnya.
Bahkan di zaman Nabi Muhammad SAW, banyak wanita yang ikut berjuang di medan perang.
Salah satunya Rufaida Al Aslamia yang bertugas mengobati para sahabat yang terluka di medan perang.
Ibu juga berkata, bahwa menjadi orang jangan hanya banyak omong tapi tidak bisa membuktikan dengan perilaku.
’’Orang yang hanya bisa ngomong tapi tidak melakukan,dibenci oleh Allah SWT,’’ ungkapnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Assaff 1 dan 2.
Nabi bersabda; Ucapan dengan perbuatan itu lebih baik dibanding ucapan dengan lisan.
Oleh Alessandra Uno Kamila Ridwan, Kelas 8-A SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz