JombangBanget.id - Sebagai guru, Sudarso selalu berupaya untuk mengoptimalkan peran teknologi informasi (IT) dalam pembelajaran.
Dalam program guru penggerak sebelumnya, ia membuat sejumlah inovasi dalam bidang IT.
Begitu pula di SMKN Wonosalam, ia bakal memaksimalkan peran IT untuk menunjang pembelajaran.
’’Saya bukan konten kreator, tapi saya mengajari anak untuk bisa bikin konten-konten yang menarik, agar bisa sukses di era revolusi industri 4.0 ini,’’ ungkap pria kelahiran Jombang 23 September 1976 tersebut.
Ia membekali siswa untuk dapat membuat konten, guna memasarkan produk agar laris di pasaran.
’’Saya buat kelompok diajari cara bikin konten yang baik,’’ ucap ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Teknik Komputer dan Jaringan Kabupaten Jombang
Di SMKN Gudo, dia memprakarsai pemanfaatan teknologi IT. SMKN Gudo sudah terbiasa ujian menggunakan IT sejak 2017.
Ia juga pernah menjadi pembimbing lomba website se-Jawa Bali pada 2009 saat masih di SMK Telekomunikasi. Dan berhasil mengantarkan timnya menjadi juara 2.
Pada lomba kompetensi siswa (LKS), Sudarso merupakan koordinator pembimbing yang tahun ini berhasil mengantarkan SMKN Gudo menjadi juara 3 LKS tingkat provinsi pada bidang INC (Information Network Cabling).
Di SMKN Wonosalam, dia bakal melanjutkan program kepala sekolah lama di bidang akademik. Ia juga bakal mengembangkan bidang IT.
Dari pengalaman yang telah dimiliki, ia bakal mengimplementasikannya di Wonosalam. Tidak hanya menunjang sisi pembelajaran tapi juga dari sisi manajemen.
’’Kebetulan itu bidang saya dan sudah punya cukup pengalaman di program TKJ,’’ kata bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Sukarti dan Kojra ini.
Sudarso menikah dengan Sri Wulandari Amd yang ia kenal di AMIK. Keduanya telah dikaruniai tiga anak. ’’Yang dua sudah kuliah di Unesa. Yang satu masih kelas 11 SMAN 2 Jombang,’’ ungkapnya.
Sudarso selalu berusaha untuk bekerja profesional. Totalitas sebagai kepala sekolah dan guru di kantor, dan menjadi suami serta ayah yang baik di rumah. Sabtu Minggu ia manfaatkan sepenuhnya untuk keluarga.
Sudarso memiliki kebiasaan lari 15-30 menit setiap hari setelah salat Subuh. Hal itu konsisten ia lakukan sejak 10 tahun terakhir.
Manfaatnya, tubuh Sudarso meski digembleng dengan aktivitas melelahkan dari pagi sampai sore masih terasa bugar.
’’Saya berangkat dari rumah jam 6 pagi, sampai sore di sekolah badan saya masih fresh,’’ ungkap pria yang sehari-hari tinggal di Desa Kedungpari Kecamatan Mojowarno ini.
Ia juga aktif di kegiatan kemasyarakatan. Sudarso tercatat aktif sebagai takmir masjid Al Khoiriyah Kedungpari Mojowarno 2013-2024.
’’Dalam kehidupan sehari-hari saya senantiasa membiasakan diri hidup sederhana,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Achmad RW