JombangBanget.id – SMPN 2 Diwek menjadi satu-satunya SMP di Jombang yang dapat anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) 2025 untuk rehab fisik.
Anggaran tersebut bakal digunakan rehab kelas yang belum rampung.
”Yang SMPN 2 Diwek menggunakan DAU, karena kami masih punya PR satu ruang kelas yang belum selesai,” ujar Wor Windari, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Pihaknya mengatakan, saat ini tahapan rehab SMPN 2 Diwek masih dalam proses perencanaan.
Jika semua sudah siap, maka akan segera diajukan ke bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang untuk menjalani proses lelang.
Sebab nilai anggaran untuk rehab senilai Rp 500 juta.
SMPN 2 Diwek dipilih karena masih ada satu kelas yang belum direhab.
Sebab tahun 2024, satu lokal yang terdiri dari tiga kelas, baru dua kelas yang selesai direhab. Sedangkan satu kelas lainnya masih rusak.
Pada 2024 lalu, SMPN 2 Diwek mendapatkan rehab yang terdiri dari rehab ruang guru dan kepala sekolah. Selain itu juga rehab dua ruang kelas.
Padahal saat itu yang rusak satu lokal, yang terdiri dari tiga ruang kelas, dua kamar mandi dan satu gudang.
”Yang diperbaiki hanya dua, akhirnya yang kelas satunya ini kayak minder gitu, kelas yang lain diperbaiki, kok yang kelas ini tidak, padahal satu lokal,” terang Plt Kepala SMPN 2 Diwek, Lilis Setyoningsih diwawancara terpisah.
Baca Juga: Dokumen Klir, Dua Paket Proyek Rehab SMPN di Jombang Ini Segera Ditender
Agar tak terlalu berbeda, satu kelas yang belum diperbaiki akhirnya dilakukan pengecatan ulang menggunakan dana BOS.
Meski di beberapa titik masih tampak kerusakan. Seperti plafon teras yang ambrol, plafon ruang kelas yang bolong hingga terjadi kebocoran di sejumlah titik yang menyebabkan jamur pada plafon.
Selain itu, tinggi ruang kelas yang baru direhab dengan yang belum direhab juga tampak timpang.
”Ya kalau akhirnya ruang kelas ini yang dapat rehab tahun ini alhamdulillah, biar anak-anak tidak minder lagi dengan dua kelas disebelahnya,” jelas Lilis.
Namun hingga kini ia belum mendapatkan informasi dari Dinas P dan K Jombang terkait rehab.
Sementara, pantauan di laman Sirup.lkpp.go.id, SMPN 2 Diwek mendapatkan pagu Rp 500 juta untuk rehabilitasi gedung serbaguna.
Ia mengatakan, SMPN 2 Diwek masih memiliki ruang serbaguna yang belum selesai dibangun.
Lilis mengatakan, jika ruang serbaguna itu dibangun bertahap sejak 2018 sampai 2022.
Meski belum 100 persen tuntas, ruang serbaguna tersebut tetap dimanfaatkan.
Misalnya digunakan sebagai tempat parkir, hingga tempat gelar karya P5. Pihaknya telah memasang paranet karena ruang serbaguna belum beratap.
”Ini rencananya nanti jadi aula, karena kami belum punya aula, terus nanti ada panggung dan di belakang panggung ada ruang ganti dan toilet,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz