JombangBanget.id - Materi lomba bertutur yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Jombang bersama Jawa Pos Radar Jombang, pada 23-24 Juni boleh mengambil dari mana saja.
Bahkan boleh membawakan cerita rakyat dari desa yang belum dibukukan.
’’Jika materi lomba belum dibukukan, cukup melampirkan surat keterangan dari pihak desa,’’ kata Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, Sri Surjati.
Cerita rakyat yang sudah dibukukan juga boleh dibawakan. Seperti cerita sejarah Kabupaten Jombang.
Jika peserta kesulitan mencari referensi cerita, Perpustakaan Mastrip memiliki banyak koleksi buku cerita rakyat yang bisa dipinjam.
’’Datang saja ke Perpustakaan Daerah Mastrip, di sana banyak sekali referensi cerita rakyat Jombangan maupun Jawa Timuran,’’ terangnya.
Referensi cerita harus disampaikan di hadapan juri, terdiri dari judul dan pengarang dari materi yang dibawakan.
Cerita rakyat yang dibawakan harus mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan, legenda yang membangun pendidikan karakter bangsa.
Seperti sikap nasionalisme, jujur, religius, peduli lingkungan, tanggungjawab, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, cinta damai, bersahabat, toleransi dan sikap senang belajar.
Siswa tidak boleh membawakan cerita binatang atau fabel.
Serta cerita yang mengandung unsur SARA, kekerasan, pembunuhan, perebutan kekuasaan, percintaan, romantisme, perselingkuhan dan pornografi.
Baca Juga: Final Lomba Bertutur Meriah dan Juara 1 Lanjut ke Tingkat Provinsi
Pendaftaran peserta dibuka pada Rabu (14/5) sampai Sabtu (31/5). Namun jika sudah mencapai batas maksimal 50 peserta, maka pendaftaran akan ditutup.
Lomba akan dilaksanakan selama dua hari. Yaitu Selasa (23/6) untuk peserta nomor urut 1-25, Rabu (24/6) peserta nomor urut 26-50.
Seluruhnya dilaksanakan di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz