JombangBanget.id – SMP negeri (SMPN) hanya mampu menampung 51 persen lulusan SD/MI.
Tepatnya 10.752 siswa dari total 21.057 lulusan SD/MI tahun ini.
’’Pada SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) SMPN 2025, daya tampung SMPN 51,06 persen dari siswa kelas 6 SD/MI yang akan lulus se-Kabupaten Jombang,’’ kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
Selebihnya, siswa dapat mendaftar ke SMP swasta, MTs negeri maupun swasta.
Penghitungan dilakukan untuk dapat mengetahui persentase daya tampung yang dapat diterima jenjang SMPN.
Meski tak dapat menampung semua lulusan jenjang pendidikan dasar, Wor menilai itu tidak masalah, sebab masih ada jenjang pendidikan menengah pertama yang lainnya.
Seperti SMP swasta, juga MTs negeri maupun swasta.
Begitu pula jenjang SD negeri. Dari 51.208 lulusan KB, TK dan RA yang lulus 2025, SD negeri (SDN) daya tampungnya hanya 29,29 persen, atau 14.998 siswa.
Sisanya dapat mendaftar ke MI, juga SD swasta.
’’Kenapa hanya 29,29 persen, karena bisa jadi selebihnya ada yang daftar ke SD swasta, MI, juga ada yang masih tetap melanjutkan pendidikan di jenjang KB, TK dan RA karena usia,’’ jelasnya.
Penyusunan pagu itu disesuaikan dengan daya tampung masing-masing sekolah.
Juga jumlah lulusan pada 2025. Sebab, jumlah pagu harus disesuaikan dengan fasilitas, serta sarana prasarana yang ada.
SPMB SD 2025 dibuka tiga jalur. Jalur afirmasi menampung 15 25 persen siswa, jalur domisili menampung 80 persen siswa, dan jalur mutasi 5 persen siswa.
Tahapannya dilakukan mulai 19 Mei mendatang, yaitu pendataan dan pendaftaran di aplikasi SPMB.
Sementara pada SPMB SMP 2025 dibuka empat jalur. Jalur afirmasi menampung 20 persen siswa. Jalur prestasi menampung 35 persen siswa.
Jalur domisili menampung 40 persen siswa. Serta jalur mutasi 5 persen siswa.
SPMB SMPN tahapannya dimulai pada 12 Mei yaitu pendaftaran periode pendataan. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz