JombangBanget.id – Pemerintah Kabupaten Jombang masih belum bisa memastikan tenaga guru dan penerimaan siswa baru untuk kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat nantinya.
Pemkab saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
”Untuk secara teknis, nantinya urusan pemerintah pusat, baik terkait rekrutmen tenaga guru maupun penerimaan murid baru aturan dari pusat,” ujar Sekretaris Dearah (Sekda) Kabupaten Jombang Agus Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (8/5).
Diungkapkan Agus, untuk tahun ini Sekolah Rakyat akan membuka penerimaan murid baru untuk dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan jenjang SMA.
”Masing-masing 50 siswa, nanti untuk SMP dan SMA,” bebernya.
Dirinya menambahkan, salah satu persyaratan calon peserta didik, yakni keluarganya masuk ke dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
“Jadi nanti ada persyaratan foto di dalam rumah dan di depan rumah dan ada geogps. Semua pemerintah pusat yang menentukan,” tegasnya.
Agus mengaku, saat ini pemkab hanya diminta untuk menyiapkan lahan dan transit sementara untuk sekolah.
”Lahan dan tempat transit yang di SKB Mojoagung itu juga sudah klir. Untuk teknisnya semua di pemerintah pusat,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang terus mematangkan persiapan Sekolah Rakyat. Di antaranya, berencana mengusulkan Gedung Pelayanan Sosial Bina Remaha (PSBR) milik Pemprov Jatim di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo untuk kelas sementar siswa Sekolah Rakyat, selain gedung SKB Mojoagung.
’’Pilihan itu muncul jika nantinya peminat Sekolah Rakyat tinggi sehingga SKB Mojoagung tidak mencukupi. Opsinya kita izin ke Ibu Gubernur untuk menggunakan tempat itu,’’ kata Bupati Jombang Warsubi kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Bakal Dibangun Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Mulai Proses Pelepasan Aset Ini
Saat ini seleksi siswa sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dilakukan.
Dari hasil seleksi, jumlah siswa yang berminat melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah. Khususnya jenjang SMP 63 siswa dan SMA 67 siswa.
Padahal, Pemkab Jombang dibatasi untuk menyeleksi 50 siswa per jenjang.
’’Untuk SD masih 16 siswa, namun kami yakin semakin kita gencar sosialisasi maka semakin banyak yang minat,’’ paparnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz