JombangBanget.id – Pengadaan seragam gratis untuk siswa baru SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang terus berproses.
Saat ini, kain masih dalam tahap produksi, sedangkan penjahit bakal ditentukan sebelum kain tiba.
’’Untuk kainnya masih di pabrik,’’ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma.
Deadline pengadaan kain terakhir 10 Juli mendatang. Sementara koordinator penjahit bakal dipilih pada akhir Mei atau awal Juni.
Sehingga dapat dipastikan sebelum seragam tuntas, penjahit sudah siap dan dipilih melalui e-katalog.
Beberapa penjahit sudah mengunggah penawarannya melalui e-katalog. ’’Sudah lumayan, ada sekitar 15 yang menawarkan,’’ jelasnya.
Pihaknya telah melakukan pengumuman kepada penjahit melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Jombang.
Hanya koordinator penjahit saja yang memasukkan penawaran di e-katalog.
Satu penjahit tersebut nantinya akan menjadi koordinator untuk penjahit-penjahit di desa-desa yang mengerjakan.
Sementara syarat untuk memasukkan penawaran di e-katalog harus memiliki nomor induk berusaha (NIB) dan nomor pokok wajib pajak (NPWP).
’’Kalau belum punya NIB bisa mengurus di mal pelayanan publik (MPP), sebab nantinya yang dikerjakan dalam jumlah besar,’’ terangnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Libatkan Camat hingga Kades, Sosialisasikan Program Seragam Gratis
Penjahitan dalam jumlah besar, dan ukurannya bukan menggunakan pakem S, M, L, XL tapi langsung sesuai ukuran siswa.
Dinas P dan K Jombang berharap, camat dan kepala desa mengawal proses penjahitan tersebut.
Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang, Joko Murcoyo, mengaku siap untuk membantu dan memfasilitasi pemilihan penyedia penjahit.
’’Tinggal menunggu koordinasi dari PPK (pejabat pembuat komitmen) saja. Kami siap membantu, karena pemilihan penjahit dilakukan melalui e-katalog,’’ bebernya.
Pengadaan seragam gratis 2025 dianggarkan Rp 9,5 miliar. Rinciannya, anggaran untuk belanja kain seragam SD/MI Rp 2,3 miliar.
Sedangkan untuk SMP/MTs sebesar Rp 3,08 miliar. Sisanya untuk ongkos jahit. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz