JombangBanget.id – Pemkab Jombang gerak cepat untuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah rakyat tahun ajaran 2025-2026 Juli mendatang.
Salah satunya, telah memulai proses seleksi calon siswa sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA.
Kegiatan belajar mengajar sementara memanfaatkan gedung SKB Mojoagung.
Bupati Jombang Warsubi menyampaikan, proses seleksi telah dimulai yang melibatkan beberapa unsur.
Mulai camat, kepala desa hingga dari unsur dinas pendidikan dan kebudayaan. Dari pendataan ini, terkumpul 60 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
”Jadi saat ini rombel (rombongan belajar) yang sudah terpenuhi SMP dan SMA sudah, sekitar 60 siswa lebih,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (17/4).
Ia mengaku untuk seleksi siswa jenjang SD masih berproses dan kuota belum terpenuhi.
Hanya saja, pihaknya akan terus melakukan pendataan sampai kegiatan KBM dimulai Juli mendatang.
”Karena ini tergantung masyarakat. Jika masyarakat berkeinginan menyekolahkan anak-anak mereka, maka kita buka untuk rombel SD ini,’’ tambahnya.
Dari hasil koordinasi bersama Kemensos dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Warsubi mengatakan, SKB Mojoagung yang rencana digunakan untuk KBM sementara sekolah rakyat tidak direkomendasikan memulai KBM untuk tiga jenjang secara langsung.
Ini disebabkan, masih perlu penyempurnaan beberapa sarpras yang ada.
Baca Juga: Optimistis Sekolah Rakyat di Jombang Bisa Dimulai Tahun Ini, Begini Kata Bupati Warsubi
”Di sana menurut beliau (Kemensos) kurang layak kalau dimulai 3 jenjang langsung. Tapi kalau untuk SMP dan SMA saja masih bisa,’’ jelas dia.
Berdasarkan saran Kemensos, lanjutnya, Ia diminta untuk membuka jenjang SMA terlebih dulu.
Selanjutnya, jika proses pembangunan gedung sekolah rakyat selesai maka boleh dibuka maksimal.
”Kami disarankan untuk awal ini SMA saja, 2 rombel saja. Namun ini akan terus kami matangkan hingga tahun ajaran baru dimulai,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz