Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ramadan Ibarat Kompetisi

Ainul Hafidz • Kamis, 20 Maret 2025 | 13:09 WIB
Kaseri SPd MM MPd, guru Matematika SMA Negeri 1 Jombang
Kaseri SPd MM MPd, guru Matematika SMA Negeri 1 Jombang

RAMADAN adalah ajang perlombaan spiritual. Di dalamnya ada berbagai tahapan: Babak penyisihan, seperempat final, dan final.

Setiap tahap memiliki tantangan dan ujian tersendiri. Dan hanya mereka yang bertahan hingga akhir yang akan merasakan kemenangan sejati.

1. Babak Penyisihan (10 Hari Pertama: Rahmat Allah)

Baca Juga: Rutin Setiap Tahun, Pemdes Turipinggir Megaluh Jombang Adakan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Di awal ini, sebagian orang sangat bersemangat. Masjid penuh, mushaf Alquran dibuka lebih sering, dan amal saleh terasa begitu mudah dilakukan.

Karena di 10 hari pertama ini Allah melimpahkan rahmat-Nya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.

Banyak yang hanya bertahan di babak penyisihan ini. Mereka semangat di awal, tetapi mulai kendor ketika memasuki babak berikutnya.

2. Seperempat Final (10 Hari Kedua: Ampunan Allah)

Baca Juga: Ramadan: Mengembalikan Keamanan dan Spiritualitas di Jombang

Di babak ini, banyak yang mulai mengendur dalam ibadah. Tarawih yang awalnya penuh kini mulai berkurang.

Padahal, inilah masa di mana Allah membuka pintu ampunan-Nya lebar-lebar. Ini kesempatan bagi kita untuk meminta ampun atas dosa-dosa yang telah lalu.

Karena siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan bertemu dengan Ramadan tahun depan?

3. Babak Final (10 Hari Terakhir: Pembebasan dari Neraka & Lailatul Qadar)

Inilah babak yang paling menentukan. Para atlet tahu, pertandingan yang sesungguhnya ada di final.

Di sinilah semua strategi terbaik dikeluarkan, tenaga terakhir dicurahkan, dan kesungguhan diuji.

10 hari terakhir Ramadan kesempatan emas yang tidak boleh kita lewatkan. Karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Qadr: 1-3.

Jika kita beribadah dengan sungguh-sungguh di malam itu, pahalanya setara dengan 83 tahun ibadah.

Mari kita maksimalkan 10 malam terakhir ini. Mari kita hidupkan malam-malam dengan ibadah, seperti Rasulullah SAW.

Kompetisi Ramadan ini akan segera berakhir. Pemenangnya adalah mereka yang tetap bertahan hingga akhir.

Dan piala kemenangan sejati bukanlah sekadar kegembiraan Idul Fitri, tetapi rida Allah dan janji surga-Nya.

Maka, jangan menyerah di detik-detik terakhir ini. Karena pemenang sejati adalah mereka yang terus berjuang hingga garis akhir.

"Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari mereka yang menang di bulan Ramadan ini."

Aamiin.

Penulis:

Kaseri SPd MM MPd

Guru Matematika SMA Negeri 1 Jombang

Narasumber Berbagi Praktik Baik Kemendikbud RI

Pengawas Pendidikan Pondok Pesantren Darul Ulum

Editor : Ainul Hafidz
#opini #SMAN 1 Jombang #kompetisi #ramadan #guru #matematika