JombangBanget.id – Selama Ramadan, sejumlah MTsN di Jombang memberi porsi pembelajaran tatap muka keagamaan lebih banyak daripada kegiatan belajar mata pelajaran (mapel) umum.
Bahkan ada madrasah yang meniadakan total mapel umum selama Ramadan.
Dalam surat edaran bersama (SEB) tiga menteri dijelaskan, selain kegiatan pembelajaran, selama Ramadan bisa diisi dengan kegiatan yang dapat meningkatkan iman dan takwa dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia.
”Kegiatan pembelajaran tetap berlangsung,” kata Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin.
Kegiatan bisa dilakukan dengan tadarus Alquran, pesantren kilat atau kajian keislaman.
”Kegiatan keagamaan porsinya lebih banyak, termasuk ada kegiatan pesantren Ramadan,” ungkapnya.
Di MTsN 10 Jombang tidak terlalu banyak kegiatan mapel umum. Semua kegiatan sifatnya memupuk keimanan dan ketakwaan.
Bahkan ada ngaji rutin yang dipandu dari Kemenag Jombang setiap Senin dan Kamis.
”Kitab yang dikaji juga ganti-ganti,” jelas Sugiati, kepala MTsN 10 Jombang.
Menurutnya, kegiatan di masing-masing madrasah ditentukan oleh madrasah sendiri.
Termasuk kitab apa saja yang dikaji, hingga materi apa saja yang diberikan kepada siswa.
Baca Juga: Cara agar Ramadan Lebih Bermakna
Sementara di MTsN 9 Jombang, kegiatan mata pelajaran umum masih tetap diberikan.
”Kami menyesuaikan edaran dan diselaraskan dengan jam KBM,” kata Abdul Haris, kepala MTsN 9 Jombang.
Selama Ramadan, ada 11 hari efektif dan empat hari digunakan untuk pembelajaran penguatan fiqih yaumiyah materi dan praktik.
Sedangkan yang tujuh hari digunakan untuk kegiatan pembelajaran biasa.
”Namun pembiasaan karakter dan pengajian kitab kuning tetap dilakukan 45-60 menit setiap hari,” jelasnya.
Pembiasaan karakter dilakukan seperti kegiatan salat duha, tadarus Alquran one day two page.
”Kami mintam peserta didik agar memperdalam Furudhul Ainiyah atau fikih yaumiyah ada penguatan matari dan praktik yang terdiri dari Fikih Thaharah dan praktiknya, Fikih Shalat, Fikih Zakat dan Puasa, kajian Kitab Kuning taisirul kholaq dan materi Moderasi beragama,” pungkasnya. (wen/fid)
Editor : Ainul Hafidz