JombangBanget.id – Pencairan tunjangan profesi guru (TPG) di lingkup madrasah di Jombang awal tahun ini molor.
Sampai kemarin TPG Januari dan Februari belum cair. Padahal biasanya TPG cair tiap bulan.
’’TPG belum cair karena ada kebijakan baru yang mengharuskan guru mengalihkan data dari Simpatika ke EMIS GTK. Guru harus melakukan penyesuaian data dari Simpatika ke EMIS GTK,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir.
Pemindahan data guru tersebut dilakukan mulai 4 Maret hingga 14 Maret 2025. Operator harus bekerja keras menyelesaikan data semua guru.
Kemenag mencatat, ada 4.444 guru yang memiliki sertifikat pendidik. Terdiri dari 1.001 guru dan pengawas PNS, 105 guru PPPK dan 3.338 guru non aparatur sipil negara (ASN).
Muhajir mengatakan, semua guru baik yang sudah bersertifikat pendidik maupun belum, nantinya akan dialihkan datanya ke apilikasi EMIS GTK.
Namun untuk saat ini diprioritaskan untuk guru yang berserdik karena berkaitan dengan pencairan TPG bulan Januari dan Februari.
Jika seluruhnya tuntas 14 Maret, maka Surat Keputusan Analisis Kelayakan Tunjangan (SKAKPT) periode Januari-Februari akan di-generate otomatis melalui aplikasi EMIS GTK pada 15 dan 17 Maret 2025.
’’Saya harapkan, begitu semua proses selesai, maka 24 Maret semua TPG sudah bisa dicairkan,’’ ucap Muhajir.
Beberapa dokumen yang harus diunggah, menginput jadwal mengajar, SK mutasi guru, memperbarui status keaktifan guru, presensi, serta beban kerja guru.
’’Karena waktu yang sangat mendesak, hanya 10 hari, seluruh elemen madrasah harus bekerjasama, termasuk kepala madrasah, guru, operator, hingga pengawas madrasah,’’ jelasnya.
Baca Juga: Kabar Baik, Tunjangan Profesi Guru Honorer di Jombang Naik, Dinas P dan K Tinggal Menunggu Ini
Menurut Muhajir, sebelumnya tidak pernah ada kendala pencairan TPG.
’’Sebelum-sebelumnya tidak ada kendala saat masih menggunakan Simpatika, karena sekarang ke EMIS GTK ya kita harus melakukan penyesuaian. Harapannya nanti mulai April sudah bisa cair setiap bulan,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz