Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Begini Respons Dinas P dan K Jombang soal SMP di Ngoro Terancam Digusur

Wenny Rosalina • Senin, 10 Februari 2025 | 13:37 WIB
TERANCAM DIGUSUR: Ruang kelas SMP PGRI 2 Ngoro, Jombang dijebol pemerintah desa untuk pembangunan gedung olahraga, Kamis (6/2)
TERANCAM DIGUSUR: Ruang kelas SMP PGRI 2 Ngoro, Jombang dijebol pemerintah desa untuk pembangunan gedung olahraga, Kamis (6/2)

JombangBanget.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (P dan K) Jombang mengaku belum mendapatkan laporan soal polemik yang terjadi di SMP PGRI 2 Ngoro dan Pemerintah Desa Rejoagung terkait status lahan sekolah.

Sementara PGRI Jombang berharap masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

”Sementara belum ada surat masuk laporan ke bidang,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari, Minggu (9/2).

Wor mengatakan, pihaknya tak bisa memberikan banyak masukan atau keputusan.

Sebab, SMP PGRI 2 Ngoro merupakan lembaga pendidikan swasta, yang biasanya permasalahan ditangani sendiri oleh yayasan.

”Karena di sana merupakan lembaga swasta, jadi kewenangan ada di yayasan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP PGRI 2 Ngoro Nani Lestari mengatakan, pihaknya belum melaporkan polemik yang terjadi di sekolahnya ke dinas P dan K.

Ia hanya sebatas melaporkannya kepada pengawas dan yayasan.

”Kami belum lapor ke dinas, tapi sudah lapor ke pengawas dan yayasan,” katanya.

Sedangkan, Ketua PGRI Jombang Jumadi mengatakan, solusi yang dipakai untuk mengatasi masalah di Ngoro dengan pendekatan humanis, dan mencari informasi dari berbagai sumber.

”Kami masih carikan solusi terbaik. Yang kami harapkan bisa damai,” jelasnya.

Soal laporan ke Dinas P dan K Jombang, pihaknya memang belum melaporkan.

Ia berharap, masalah bisa diselesaikan internal yayasan, sehingga tidak perlu melibatkan dinas.

”Belum (melapor), kami masih melihat perkembangan kondisi, nanti akan melapor ke dinas pendidikan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan SMP PGRI 2 Ngoro yang terletak di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro terancam digusur.

Pasalnya, bangunan sekolah tersebut diklaim berdiri di atas tanah milik Pemerintah Desa Rejoagung.

Saat ini pemdes bahkan sudah mulai membangun fondasi di halaman sekolah rencana untuk membangun gedung olahraga.

Hampir seluruh gedung SMP PGRI 2 Ngoro sudah rusak. Lokal yang menghadap ke barat atapnya sudah diambil. Sekitar tiga bangunan kelas yang menghadap ke selatan sudah digempur.

Genting juga sudah diambil dan diamankan di dalam satu ruang kelas yang masih tersisa. Material dan peralatan bangunan masih ada di lokasi.

Namun tak ada aktivitas pembangunan. Aktivitas belajar juga berjalan dengan normal, meski hanya satu kelas yang digunakan, berbagi tempat antara kelas 7, 8, dan 9.

Ahmad Hasani, kepala Desa Rejoagung mengatakan, dari tujuh ruang kelas yang ada, pihaknya hanya meminta tiga ruang kelas saja yang telah nganggur puluhan tahun, untuk dimanfaatkan menjadi gedung olahraga.

”20 tahun nganggur, tidak dipakai banyak sarang hantu, warga berembuk akhirnya diputuskan untuk dijadikan gedung olahraga,” jelas Hasani.

Rencana pembangunan itu menurutnya sudah lama, sejak dua tahun terakhir, hanya saja anggaran siap di akhir tahun 2024. Sehingga baru dilakukan Desember lalu.

”Nanti dilanjutkan lagi setelah anggaran tahun ini cair,” jelasnya.

Sementara nasib siswa yang belajar di sana, Hasani memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan normal dan kodusif.

Ruang kelas yang telah dibobol bakal diperbaiki secara bertahap.

”Tahun ini kami juga buatkan kamar mandi, yang sempat dibobol kita benahi nanti,” jelasnya.

Bahkan dirinya berjanji bakal membangun ulang ruang kelas yang lebih nyaman jika siswa di SMP PGRI 2 Ngoro bertambah banyak.

”Muridnya hanya 10, kalau ada 30 murid, nanti kami siap bangun kelas yang lebih baik dan lebih nyaman, kalau tidak ada anggaran desa akan saya buatkan sendiri,” jelasnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemdes #Ngoro #digusur #Rejoagung #SMP #Jombang #Dinas P dan K