Kamis (30/01) di SMK Unggulan NU Mojoagung, guru PPKN, Indah Sulistyorini, menjelaskan pentingnya mensyukuri apapun kondisi kita.
Bahkan meski orang tua kita bercerai. Anak-anak dengan orang tua yang bercerai sering mengalami perasaan campur aduk.
’’Wajar kalau kamu merasa sedih, marah, atau bingung, tapi yang paling penting, bagaimana kamu menghadapinya. Fokuslah pada hal-hal positif dan tetap berkomunikasi dengan kedua orang tua,’’ tuturnya.
Waktu aku masih kecil, ayah dan ibu berpisah. Aku nggak terlalu mengerti apa yang terjadi.
Yang aku tahu, tiba-tiba aku nggak bisa lagi melihat mereka berdua dalam satu rumah. Aku harus tinggal dengan ibu dan hanya bertemu ayah di akhir pekan.
Saat itu, aku merasa kehilangan sesuatu yang besar, tapi aku terlalu kecil untuk menjelaskan apa itu.
Aku hanya tahu bahwa sejak saat itu, ada dua tempat yang harus aku sebut rumah.
Tahun demi tahun berlalu, aku mulai tumbuh. Ketika aku masuk sekolah menengah, aku mulai merasakan dampaknya.
Aku melihat teman-temanku bercerita tentang ayah dan ibu mereka yang masih bersama, tentang liburan keluarga yang lengkap.
Aku tersenyum mendengarnya, tapi jauh di dalam hati, ada perasaan iri yang sulit aku jelaskan.
Tapi aku juga belajar sesuatu. Aku belajar bahwa meskipun ayah dan ibu tidak bersama, mereka tetap mencintaiku.
Baca Juga: Student Journalism: Niat Lillah Kunci Barokah
Ibu selalu ada untukku setiap hari, mendukungku saat aku sedih atau bahagia.
Ayah mungkin tidak selalu ada secara fisik, tapi dia selalu berusaha menunjukkan bahwa aku tetap penting baginya.
Aku juga berbicara dengan Alena, teman sekelasku, yang mengalami hal yang sama.
’’Dulu aku sempat merasa minder karena orang tuaku cerai. Tapi lama-lama aku sadar, itu bukan sesuatu yang harus aku malu. Aku tetap bisa sukses dan bahagia,’’ katanya.
Aku pun belajar bahwa keluarga tidak selalu harus terlihat seperti yang ada di film-film.
Setiap keluarga punya caranya sendiri untuk tetap saling menyayangi. Dan aku memilih untuk fokus pada cinta yang masih ada, bukan pada apa yang hilang.
Sekarang, aku tahu bahwa perceraian orang tua mungkin membuatku berbeda dari beberapa teman, tapi itu tidak membuatku kurang berharga. Aku tetap aku, dan aku tetap dicintai.
Oleh Sefia Anggraini, kelas 12 TKJ 1 SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang
Editor : Ainul Hafidz