JombangBanget.id - Proses pengadaan bantuan seragam gratis untuk siswa di Kabupaten Jombang terus bergulir.
Saat ini, pemkab mulai gencar melakukan sosialisasi ke bawah hingga ke tingkat pemerintah desa.
Salah satunya terkait proses penjahitan kain seragam yang menggandeng penjahit lokal.
"Kami memberitahukan, jika nanti kami akan melibatkan UMKM penjahit di desa-desa untuk melakukan penjahitan kain seragam,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari, Minggu (2/2).
Sosialisasi diberikan kepada unsur Kemenag Jombang, Inspektorat Jombang, DPMPTSP Jombang, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang, camat se Jombang, kepala desa se Jombang, korwilker pendidikan seluruh kecamatan.
MKKS SMP negeri dan swasta, K3SD, KKMI, KKMTs. Sosialisasi dilakukan di Aula 2 Dinas P dan K serta di SMKN 3 Jombang.
”Kami juga libatkan DPMPTSP terkait perizinan yang harus dipenuhi oleh koordinator penjahit setiap kecamatan, karena nanti seluruhnya diadakan melalui e-Katalog, dan untuk bisa masuk e-Katalog ada beberapa syarat," jelasnya.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, pagu ongkos jahit diperkirakan antara Rp 100 ribu-Rp 115 ribu per satu stel seragam.
Namun, Wor belum bersedia memberikan keterangan, sebab semuanya belum ditetapkan dalam e-Katalog.
"Saya tidak ingin salah bicara, karena semuanya nanti baru ditetapkan setelah e-Katalog. Semuanya melalui e-Katalog," jelasnya.
Soal jumlah penjahit yang akan dilibatkan, ia juga belum bisa memastikan.
Ia hanya memastikan setiap kecamatan ada satu koordinator penjahit yang nantinya akan membawahi penjahit yang ada di desa-desa.
”Kecuali Kecamatan Jombang mungkin nanti ada dua koordinator karena jumlah siswanya juga lebih banyak," jelasnya.
Terkait pembagian jatah pekerjaan penjahit di desa-desa, ia menyerahkan hal itu kepada koordinator kecamatan yang lebih mengetahui kapasitas dan kemampuan masing-masing penjahit.
”Kalau soal itu disesuaikan dengan kemampuan, koordinator penjahit kecamatan bertanggung jawab di wilayah kecamatannya masing-masing. Harus profesional, tepat waktu," jelasnya.
Ia berharap dengan adanya pengadaan kain seragam gratis yang kini berubah menjadi seragam jadi gratis dapat meringankan beban orang tua, dan dapat menambah penghasilan serta menghidupkan kembali UMKM penjahit di desa-desa.
Pengadaan kainnya saat ini masih dalam proses, belum sampai pengadaan. ”Targetnya kain tiba sebelum tahun pelajaran baru 2025/2026. Sedangkan proses jahit menunggu siswa baru masuk untuk melakukan pengukuran. Karena nanti akan diukur sesuai postur tubuh siswa, bukan S, M, L, XL, gitu," pungkasnya.
Pengadaan seragam gratis disediakan pagu Rp 10,4 miliar. Sebanyak Rp 2,2 miliar untuk pengadaan kain seragam nasional SD/MI, dan sebanyak Rp 2,4 miliar untuk ongkos jahitnya.
Serta anggaran sebesar Rp 2,8 miliar dialoaksikan untuk pengadaan kain seragam nasional SMP/MTs dan sebesar Rp 3 miliar untuk ongkos jahitnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz