JombangBanget.id – Kecelakaan laut saat outing class yang dialami siswa SMPN 7 Kota Mojokerto, hingga menyebabkan empat siswa meninggal dunia membawa duka yang mendalam dalam dunia pendidikan.
Wakil Ketua DPRD Jombang, Syarif Hidayatullah, mengimbau agar sekolah tidak memaksakan diri untuk melaksanakan outing class.
’’Pentingnya apa hingga menggelar outing class itu,’’ katanya.
Sebelum memutuskan menggelar outing class, ada dua hal yang harus dilakukan.
Pertama, perencanaan yang matang, termasuk fokus pada tujuan. Kelas barapa yang harus ikut, hingga pemilihan tujuan.
’’Kalau bisa tujuannya jangan ke pantai, atau ke alam yang membahayakan siswa, termasuk mempertimbangan cuaca, ini kan sedang musim hujan,’’ terangnya.
Kedua, wajib cek fisik kendaraan termasuk tahunnya. Karena banyak musibah tidak terjadi di lokasi tujuan, tapi ketika dalam perjalanan.
Sehingga penting untuk mengetahui kondisi fisik kendaraan yang dipakai.
’’Di Sleman Jogja, cek fisik kendaraan menjadi hal yang wajib sebelum menggelar acara outing class. Kami harap, di Jombang juga peduli hal itu,’’ ungkapnya.
Ia berharap, outing class dikembalikan kepada kegiatan yang menyenangkan. Seperti mengunjungi museum, atau ke tempat rekreasi yang lebih aman.
’’Daripada outing class, lebih baik dialihkan kemanfaatannya. Kalaupun harus dilakukan, bisa ke museum, kan banyak ilmu yang bisa didapatkan di sana, juga lebih aman,’’ urainya.
Baca Juga: Dana BOS Tahap Pertama di Jombang Cair, Segini Jumlah Sekolah yang Sudah Mencairkan
Ia berharap, komite sekolah lebih selektif dalam merencanakan kegiatan di luar sekolah.
Imbauan ini tidak hanya untuk jenjang SMP, tapi untuk semua jenjang sekolah.
’’Kami harap ada atensi dari Komisi D DPRD untuk memanggil Dinas Pendidikan Jombang guna memperingatkan hal ini,’’ ucapnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, mengatakan, terus mengimbau kepala sekolah untuk memperhatikan keselamatan siswa jika mengadakan kegiatan di luar sekolah.
Ia juga meminta agar kepala sekolah yang mengadakan kegiatan di luar sekolah untuk izin ke dinas P dan K, guna memudahkan koordinasi.
’’Yang penting ada koordinasi ke kami, dan tidak boleh mengganggu jam belajar siswa di sekolah,’’ tegasnya.
Pertimbangan keselamatan siswa harus menjadi hal yang diutamakan, seperti mempertimbangkan cuaca saat ini.
’’Pertimbangkan cuacanya, lokasi tujuannya, keselamatan yang paling utama,’’ tandasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz