Rabu (22/1) di SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, ayahku, Ustad Akhmad Mudhfar Ma'ruf, menyampaikan pesan agar mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.
’’Kebutuhan lebih penting daripada keinginan,’’ tuturnya.
Malamnya, aku dan keluarga pergi ke mal di Jombang. Adikku, Rahma Adzkea, bilang ke ibuku, Ustadah Nur Faidah,’’Umma, pingin es krim.’’
Ibu menjawab, ’’Nanti habis pulang saja ya. Kita harus membeli yang kita butuhkan dulu,’’ ungkapnya.
Pas di rumah, aku bertanya ke ayahku, ’’Buya, beri contoh kebutuhan dan keinginan dong.’’
Ayahku memberi contoh saat kita kehausan.
’’Minum es susu itu keinginan. Sedangkan minum air putih yang lebih hemat dan sehat itulah yang disebut kebutuhan,’’ urainya.
Jadi, saat ingin sesuatu, kita harus berpikir, itu kebutuhan atau keinginan. Kalau kebutuhan, bisa langsung dipenuhi.
Tapi kalau keinginan, maka tidak harus langsung dipenuhi.
Oleh: Najma Millati, kelas 5 SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Jombang
Editor : Ainul Hafidz