JombangBanget.id – Kondisi SDN Karangpakis 2, Kecamatan Kabuh, Jombang sangat memprihatinkan.
Atapnya rapuh mengancam keselamatan siswa.
Sementara ini disangga menggunakan bambu sembari menunggu rehab dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
’’Yang penting anak-anak aman dulu,’’ kata Kepala SDN Karangpakis 2 Kecamatan Kabuh, Jombang, Sutin.
Ada dua ruang kelas yang disangga menggunakan bambu. Ruang kelas 1 dan ruang kelas 2.
Ini bermula setelah sejumlah titik plafon ambrol. Beruntungnya, saat itu siswa tidak sedang berada di sekolah.
’’Plafonnya ambrol belum setahun ini,’’ ujarnya.
Melihat reng usuk yang rapuh, Sutin semakin khawatir, dari luar pucuk atap juga tampak mengkelung, bahkan genteng di beberapa titik sudah tak ada.
Apalagi kondisi di belakang kelas, tampak rusak parah.
Ditambah lagi saat ini musim hujan, kondisi kelas kian memprihatinkan. Bocor hingga mengakibatkan banjir dalam kelas.
Sutin juga telah memberitahu siswa, jika terjadi hujan sewaktu-waktu, meski tengah proses pembelajaran, siswa akan dipulangkan meski belum waktunya.
Baca Juga: Buntut Proyek 2 SDN di Jombang Ini Molor, Siswa Belajar di Emperan Kelas hingga Numpang Gedung TPQ
Tak ingin terjadi sesuatu yang lebih memprihatinkan, ia kemudian mengajak komite sekolah untuk berdiskusi, hingga akhirnya muncul solusi menggunakan bambu untuk menyangga sementara di dua kelas.
Kelas 2 masih ada sisa plafon, sementara kelas 1 atapnya sudah habis diambil untuk keamanan siswa.
Penyangga bambu itu menurutnya sudah jalan terbaik. Sebab hendak dipindahkan sementara juga tidak ada ruang pengganti.
Musala sekolah menjadi musala umum yang biasanya digunakan masyarakat sekitar.
Sedangkan perpustakaan tidak cukup luas untuk menampung 30 siswa.
’’Kalau lesehan saya tidak tega, bagaimana penilaian wali murid terhadap kami kalau membiarkan anak-anak belajar lesehan,’’ terangnya.
Sutin juga telah mencari tenaga kerja untuk melakukan rehab sementara. Hanya saja rehab baru dimulai pada pertengahan Desember saat libur semester.
Sehingga pembelajaran siswa tak terganggu.
Rencananya, rehab tersebut menggunakan dana talangan karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2024 sudah habis digunakan, sebab bertepatan dengan akhir tahun.
’’Rencananya diperbaiki, tukangnya bisa di akhir Desember kebetulan pas siswa libur. Pakai dana talangan dulu, BOS-nya sudah habis,’’ jelasnya.
Sutin juga melaporkan itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.
Belum dipastikan kapan akan dapat rehab namun sudah dapat respon dari pihak dinas.
’’Saya sudah lapor ke Pak Jalal (kasi sarpras bidang pembinaan SD). Katanya segera ditindaklanjuti,’’ jelasnya.
Sutin juga sudah berulang kali mengajukan rehab. Mulai dari pembenahan dapodik, pengajuan proposal tahun 2023 dan 2024.
’’Kepala sekolah yang lama juga sudah pernah mengajukan, tapi belum dapat sampai sekarang,’’ ucapnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, mengatakan, telah menerima laporan terkait SDN Karangpakis 2 Kecamatan Kabuh yang disangga menggunakan bambu.
Pihaknya bakal melakukan rehab SDN Karangpakis 2 menggunakan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun 2025.
’’Tahun depan (akan diperbaiki) menggunakan P-APBD,” jelasnya.
Itu karena alokasi dana alokasi khusus (DAK), dan sekolah yang bakal direhab menggunakan APBD 2025 sudah didok. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz