Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Buntut Proyek 2 SDN di Jombang Ini Molor, Siswa Belajar di Emperan Kelas hingga Numpang Gedung TPQ

Achmad RW • Rabu, 4 Desember 2024 | 20:57 WIB
BELUM RAMPUNG: Kondisi bangunan proyek rehab SDN Jarak 2 di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogooto, Jombang yang molor.
BELUM RAMPUNG: Kondisi bangunan proyek rehab SDN Jarak 2 di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogooto, Jombang yang molor.

JombangBanget.id  – Meski sudah molor sejak 15 November lalu, proyek rehabilitasi SDN Jarak 2 Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, Jombang hingga kini belum juga tuntas.

Akibatnya, hingga kini proses belajar mengajar siswa terpaksa dilakukan di luar kelas.

Seperti yang terpantau hingga Selasa (3/12) siang, enam bangunan itu masih belum bisa dihuni.

Empat ruangan di sisi selatan yang menghadap ke utara, seluruhnya terlihat belum rampung, meski sudah tertutup atap.

Pemasangan plafon di empat ruangan ini terlihat belum rampung 100 persen.

Sementara itu, dua gedung lain di sisi barat yang menghadap ke timur, kondisinya juga hampir serupa.

MOLOR: Kondisi proyek rehab SDN Madiopuro Kecamatan Sumobito, Jombang.
MOLOR: Kondisi proyek rehab SDN Madiopuro Kecamatan Sumobito, Jombang.

Bagian atap seluruhnya sudah terpasang, namun sebagian plafon belum terpasang.

Selain itu, kusen dan daun di pintu dan jendela ruangan juga belum terpasang.

Hal itu, diakui salah satu pekerja di lokasi. Sampai saat ini pemasangan kusen dan daun pintu dan jendela belum rampung.

”Masih dikerjakan ini, saya cuma tanggung jawab material ini saja, kebetulan ini kontraktor dan pengawasnya juga tidak ada,” ungkap pria yang enggan menyebut namanya itu.

Molornya pekerjaan memaksa sejumlah siswa SDN Jarak 2 Jogoroto harus belajar di luar kelas.

Sejumlah siswa sekolah ini, terlihat memanfaatkan emperan kelas dan bekas rumah dinas yang tak terpakai untuk belajar.

”Jadi memang benar, di SDN Jarak 2 dan SDN Madiopuro belum rampung pembangunannya,” terang Rendra Kusuma, PPK proyek dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Rendra menyebut, proyek rehab sekolah dengan nilai Rp 803.291.600 itu seharusnya wajib selesai pada 15 November 2024 lalu.

Namun, hingga lebih dari dua pekan, proyek itu tak kunjung rampung.

“Ya progresnya sudah mencapai 90 persen, dan mereka kena denda 1/1.000 nilai proyek pe rhari,” imbuhnya.

Pihaknya juga menyebut, kontraktor proyek ini yakni CV Karya Pratama asal Jl Jendral Sudirman nomor 47 Ponggok, Blitar itu disebutnya masih diberi waktu untuk terus melanjutkan pengerjaan proyek meski kondisinya molor.

Paling tidak, hingga akhir tahun ini.

”Ya kalau sudah 90 persen kan tidak lama lagi, yang penting dia tetap komitmen dan tidak melewati tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, kondisi tak jauh berbeda dialami siswa SDN Madiopuro Kecamatan Sumobito.

Meski sudah molor sejak 15 November lalu, hingga kini kegiatan rehab belum tuntas. Akibatnya kegiatan belajar mengajar siswa terganggu.

”Sampai sekarang masih belum selesai, karena banyak yang belum dikerjakan,” kata Umi Latifah, kepala SDN Madiopuro Kecamatan Sumobito.

Banyak hal yang belum dikerjakan, seperti pengecatan, pemasangan kusen dan jendela, pintu dan plafon semua belum dikerjakan.

Bahkan sebagian tembok bekum diaci.

”Otomatis kegiatan belajar mengajar terganggu,” tandasnya.

Sebagian siswa terpaksa harus mengikuti KBM di seadanya.

”Kelas 1 dipindah sementara ke ruang perpustakaan. Siswa kelas 2, kelas 5, dan kelas 6 dipindahkan ke TPQ Al Ilmi, Dusun Talunlor. Jaraknya kurang lebih 500 meter dari sekolah,” imbuhnya.

Tidak hanya berdampak bagi proses pembelajaran siswa, aktivitas para guru juga terganggu.

”Selama pengerjaan, kantor guru sementara pindah ke ruang kelas 5 dan ruang kelas 6,” imbuhnya.

Rehab SDN Madiopuro Kecamatan Sumobito dikerjakan CV Tera Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 557 juta.

Kegiatan dimulai sejak Juli dan sesuai kontrak haru selesai pada 15 November.

Ada tiga titik yang direhab, yaitu dua ruang kelas dan satu kantor guru dan kepala sekolah (riz/wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Jarakkulon #Jogoroto #Madiopuro #Sumobito #molor #proyek #Jombang #rehab #SDN