JombangBanget.id – Sekolah-sekolah di Jombang kini diwajibkan untuk memiliki kantin sehat.
Tidak boleh ada jajanan kemasan yang dijual di kantin sekolah.
Jajanan yang dijual di sekolah juga harus mengandung nilai gizi dan bukan disajikan dengan cara instan.
’’Kami sudah ada edaran soal kantin sehat sejak Juni lalu, harusnya sudah tidak ada lagi yang menjual jajanan kemasan,’’ kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
Kantin sehat menjadi salah satu kriteria sehat lingkungan yang diminta dinas P dan K untuk diterapkan di sekolah.
Salah satu indikator kantin sehat, tidak hanya soal jajanan yang diperjualbelikan yang lebih sehat, tidak berpengawet, berwarna dan berpemanis.
Tapi juga tersedianya sarana prasarana yang mendukung soal kebersihan.
Seperti adanya tempat cuci tangan dan air bersih mengalir. Tempat cuci peralatan makan dan minum dengan air mengalir.
Tempat penyimpanan bahan makanan, tempat menyimpan makanan siap saji yang tertutup, tempat penyimpanan peralawan makan dan minum, serta pembuangan sampah.
’’Juga ada flyer di kantin yang mengedukasi siswa soal memilih jajanan sehat, yang bersih aman dan bergizi,’’ jelasnya.
Ketua Komite SDN Kepanjen 2 Jombang, Irwan Prakoso, yang merupakan pengelola kantin sekolah mengatakan, pihaknya telah menyepakati jajanan yang diperjualbelikan di sekolah bersama wali murid.
Baca Juga: Sakit Gondongan Bikin Siswa SDN di Jombang Ini Tak Bisa Ikut ANBK
’’Karena yang makan juga anak-anak sendiri, jadi kami sepakat untuk jajanan yang dijual ya masakan wali murid sendiri,’’ katanya.
Tidak hanya itu, agar tak ada sampah, semuanya menggunakan wadah cuci ulang.
Seperti gelas plastik dan mangkok plastik. Yang dijual juga bukan makanan kemasan, tapi makanan yang memiliki nilai gizi.
Seperti bakso, siomay, soto, ayam geprek, sate puyuh dan lainnya.
’’Di sini sudah tidak ada yang jualan makanan kemasan, makanan yang dijual ke anak-anak lebih sehat dan tidak berpengawet,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz