Jombangbanget.id - Lambannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dalam mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah mendapatkan kritik dari wakil rakyat.
DPRD Jombang mendorong agar pengisian kepala sekolah segera dilakukan.
’’Kekosongan jabatan tersebut adalah hal yang buruk. Saya berharap, agar segera ada tindak lanjut yang tepat dan cepat dari dinas pendidikan,’’ kata Sekretaris Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, kemarin.
Dinas P dan K diharapkan segera mengambil langkah efisien untuk mengisi kekosongan posisi kepala sekolah.
Sebab, sekolah yang tidak memiliki pemimpin definitif terlalu lama, dikhawatirkan dapat merugikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang dirasakan langsung oleh siswa.
’’Kontrol terhadap guru atau pendidik yang ada di sekolah jelas berkurang.
Ini tentu akan berdampak pada peserta didik, merugikan siswa atau wali siswa yang menyekolahkan putra putrinya di sekolah tersebut,’’ jelasnya.
Ia juga mengimbau, agar sektor pendidikan mengikuti percepatan-percepatan seperti yang sekarang dilakukan pemerintah pusat.
’’Kita tahu sektor pendidikan adalah sektor yang vital, sehingga kalau kita kecolongan atau teledor di sektor pendidikan, ini akan jadi masalah serius,’’ ungkapnya.
Sepanjang 2024 ini, total ada 72 kepala sekolah yang purna tugas.
Rinciannya, 24 kepala TK Negeri, 44 kepala SD Negeri, dan empat kepala SMP Negeri. Hingga kini pengisian kepala sekolah belum jelas kapan akan dilakukan.
Padahal jumlah stok guru penggerak yang memenuhi syarat untuk menjadi kepala sekolah sudah banyak.
Dari data Dinas P dan K, jumlah guru penggerak PAUD 36 guru.
378 guru jenjang SD dan 100 guru jenjang SMP.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang,
Bambang Suntowo, mengatakan, hingga kemarin, belum ada usulan pengangkatan kepala sekolah baru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
’’Belum ada (usulan), kami baru akan melakukan proses setelah ada usulan,’’ jelasnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas P dan K Jombang, Wor Windari, hingga kemarin (12/11) masih belum memberikan keterangan, sudah sampai mana proses pengisian puluhan kepala sekolah yang kosong.
’’Maaf ya saya masih di Jakarta,’’ singkatnya saat dihubungi, kemarin.
Sebelumnya, pada Rabu (24/10), Wor Windari, mengatakan, guru penggerak yang memenuhi syarat bakal dilantik menjadi kepala sekolah setelah melalui penilaian tim pertimbangan pengangkatan pejabat yang mana yang diprioritaskan untuk dipromosikan.
Saat ini sudah ada pendaftaran, tinggal finalisasi dan pemasangan.
’’Menunggu dari tim pertimbangan pengangkatan pejabat dari Pemkab Jombang,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz