Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dinas P dan K Segera Panggil Kontraktor, soal Proyek Rehab SMPN di Jombang Banyak yang Molor

Achmad RW • Minggu, 10 November 2024 | 19:15 WIB
MOLOR: Proyek rehab SMPN 6 Jombang sampai waktu habis belum selesai (1/11).
MOLOR: Proyek rehab SMPN 6 Jombang sampai waktu habis belum selesai (1/11).

JombangBanget.id –  Hingga tambahan waktu yang diberikan habis, sejumlah rekanan tetap tak bisa menyelesaikan proyek rehab sejumlah SMP Negeri di Jombang.

Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, bakal memanggil para kontraktor tersebut.

’’Saya ingin ketemu langsung, dalam waktu dekat ini akan kami panggil,’’ katanya, Sabtu (9/11).

Selama ini komunikasi dinas dengan kontraktor cukup baik, hanya saja tidak melalui pimpinan secara langsung.

Pihaknya ingin mengetahui klarifikasi langsung dari kontraktor perihal kendalanya di lapangan sehingga menyebabkan proyek molor.

’’Selama ini kan komunikasinya hanya dengan Bu Indah (Kasi Sarpras Bidang Pembinaan SMP), saya ingin tahu secara langsung bagaimana penyebabnya hingga bisa terlambat,’’ ujarnya.

Pemanggilan itu akan dilakukan secepatnya. Sebelum panggilan rapat dengar pendapat (RDP) dengan dewan.

’’Yang pasti saya ingin bertemu langsung dalam waktu dekat ini,’’ tuturnya.

Meski sudah diberi tambahan waktu sepekan untuk menyelesaikan pekerjaan rehab dan pembangunan ruang kelas baru (RKB), pekerjaan di SMP Negeri 6 Jombang, masih juga belum selesai.

Tambahan waktu satu pekan dalam rapat pembuktian keterlambatan diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang sejak akhir Oktober.

Karena proyek tersebut seharusnya selesai pada akhir Oktober.

Baca Juga: Banyak Proyek Rehab SMPN di Jombang Molor Bikin DPRD Geram: Ini Fasilitas Pendidikan

Namun saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan komisi C DRPD Jombang Kamis (7/11), masih menemukan pekerjaan yang acak-acakan di SMP Negeri 6 Jombang.

’’Hasil pemantauan ke SMPN 6 Jombang hari ini (7/11), kami mendapati tidak selesainya pekerjaan fisik senilai kurang lebih Rp 900 juta,’’ kata Mas'ud Zuremi anggota Komisi C DPRD Jombang.

Sesuai kontrak, seharusnya pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas itu selesai 28 Oktober 2024.

’’Progresnya tidak sesuai seperti yang diharapkan dengan adanya tambahan waktu,’’ ujarnya.

Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang merehab tujuh SMPN.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas P dan K Jombang, Indah Rochani, menyatakan, hingga Jumat (1/11) masih ada tiga proyek rehab SMPN yang molor.

’’Di SMPN 2 Ngoro, SMPN 2 Mojowarno, dan SMPN 6 Jombang,’’ terangnya.

Mereka diberi tambahan waku sepekan tapi sanksi berlaku, denda berjalan dengan nilai 1/1.000 per hari dari nilai kontrak.

Pelaksana berdalih kesulitan dana hingga mengakibatkan pekerjaan molor.

Rincian sekolah yang mendapat proyek rehab, SMPN 6 Jombang Rp 934,5 juta.

SMPN 1 Jogoroto Rp 429,7 juta. SMPN 1 Kudu Rp 356 juta. Serta SMPN 1 Kabuh Rp 273,9 juta.

Empat paket ini dimenangkan CV Satria Aji Perkasa dari Kecamatan Tembelang.

Kemudian rehab SMPN 2 Mojowarno Rp 727 juta, dan SMPN 2 Diwek Rp 485 juta.

Dua paket ini dimenangkan CV Jaya Raya dari Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno.

Serta SMPN 2 Ngoro Rp 565 juta dikerjakan CV Karya Pratama dari Kabupaten Blitar. (riz/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kontraktor #molor #proyek #Jombang #smpn 6 jombang #rehab #SMPN