Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Banyak Proyek Rehab SMPN Molor, Begini Sikap Dinas P dan K Jombang

Wenny Rosalina • Selasa, 5 November 2024 | 18:19 WIB

 

Plh (Pelaksana harian) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Wor Windari.
Plh (Pelaksana harian) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Wor Windari.

JombangBanget.id  – Molornya pengerjaan rehab gedung SMPN di Jombang mendapat perhatian serius Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Wor Windari.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera memanggil pihak kontraktor dan konsultan pengawas proyek untuk meminta klarifikasi terkait molornya pengerjaan.

”Saya pengen ketemu langsung, dalam waktu dekat ini akan kami panggil,” tegas Wor Windari kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (4/11).

Ia mengatakan, selama ini komunikasi dinas P dan K dengan pihak kontraktor cukup baik, hanya saja tidak melalui pimpinan secara langsung.

Ia ingin mendapat penjelasan secara langsung dari pihak kontraktor perihal kendala di lapangan sehingga menyebabkan proyek molor.

”Selama ini kan komunikasinya hanya dengan bu Indah (kasi sarpras bidang pembinaan SMP), saya ingin tahu secara langsung bagaimana penyebabnya hingga bisa terlambat,” jelasnya.

Ditanya kapan pemanggilan akan dilakukan, ia belum bisa memberikan kepastian.

”Hari ini saya masih sangat padat, setelah ini juga acara di DPMPTSP, tapi yang pasti saya ingin bertemu langsung dalam waktu dekat ini,” singkatnya usai membuka kegiatan Popkab di SMPN 3 Peterongan.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Indah Rochani mengatakan, hingga kemarin, jumlah pekerjaan yang molor yang telah terkonfirmasi dinas P dan K tetap tiga, yaitu SMPN 2 Ngoro, SMPN 6 Jombang, dan SMPN 2 Mojowarno.

”Untuk hari ini, saya belum ke lapangan karena masih banyak kegiatan di kantor, jadi belum tau progresnya seperti apa,” katanya.

Kemarin, lanjut Indah, seluruh kontraktor juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Jombang terkait rehab fisik di satuan pendidikan. ”Ini memang pendampingan rutin,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika APH memberikan peringatan kepada kontraktor yang proyeknya molor agar segera bisa diselesaikan.

Sementara itu, denda yang terhitung sejak deadline akhir juga tetap berjalan. ”Denda keterlambatan tetap berjalan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang merehab sedikitnya tujuh SMPN dari dana alokasi khusus (DAK) 2024.

Masing-masing SMPN 6 Jombang anggaran Rp 934,5 juta, SMPN 1 Jogoroto anggaran Rp 429,7 juta, SMPN 1 Kudu anggaran Rp 356 juta, SMPN 1 Kabuh anggaran Rp 273,9 juta.

Dalam proses lelang, keempat paket ini dimenangkan CV Satria Aji Perkasa dari Kecamatan Tembelang.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tak berjalan maksimal. Pelaksana berdalih kesulitan dana hingga mengakibatkan pekerjaan molor.

Hal yang sama terjadi pada proyek rehab SMPN 2 Mojowarno dengan anggaran Rp 727 juta, dan SMPN 2 Diwek dengan anggaran Rp 485 juta.

Dua paket ini dimenangkan CV Jaya Raya dari Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Dalam pelaksanaanya sama-sama molor.

Keterlambatan proyek juga terjadi di SMPN 2 Ngoro. Proyek yang dikerjakan CV Karya Pratama dari Kabupaten Blitar juga molor. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#kontraktor #molor #proyek #Jombang #rehab #Dinas P dan K #SMPN