JombangBanget.id – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) SD di Jombang hari pertama sempat bermasalah, Senin (28/10).
Namun langsung dapat diatasi sehingga siswa bisa tetap mengerjakan.
’’Sempat ada laporan kendala, namun langsung dapat diatasi dengan cepat sehingga tidak mengganggu pelaksanaan,’’ kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
Kendala pertama, tampilan layar berhenti pada saat pindah stage. Cara mengatasi dengan informasi perbaikan dari pusat. Setelah ada info mulai normal.
Langkah selanjutnya close exam client kemudian relogin dan request reset login lagi.
Kendala kedua, muncul blank putih/loading lama/pesan error. Permasalahan terdeteksi karena jaringan.
Solusi yang diambil, menambah jaringan theatering HP dan mendekat ke sumber wifi. Prosedur yang dilakukan, logout, reset dan login ulang. Hasilnya sukses sampai akhir.
Kendala ketiga, stag di soal literasi terakhir tidak bisa di klik selesai. Permasalahan terdeteksi ada soal di centang ragu-ragu.
Solusinya, meneliti soal sebelumnya yang ada centang ragu-ragu. Karena tidak ada indikator soal mana yang menu ragu-ragy. Hasilnya sukses dan bisa dilanjutkan.
Pada ANBK kali ini, semua SD menggunakan mode online dengan penjaga sistem silang.
’’Penjaga silang yang menentukan dinas, atas usulan dari Korwil Pendidikan masing-masing kecamatan,’’ terangnya.
Dari 510 SD yang mengikuti ANBK tahun ini, 248 memilih gelombang pertama, yang berlangsung 28 dan 29 Oktober.
Wor mengatakan, semua SD di Jombang memilih menggunakan mode online, dengan kekuatan internet yang ada di masing-masing lembaga.
’’Kekuatan internet sekarang sudah merata, jadi menggunakan mode online yang lebih simpel,’’ terangnya.
ANBK digelar dua tahap yang terdiri dari empat gelombang. Tahap pertama gelombang 1 pada Senin-Selasa (28-29/10).
Dan gelombang 2 Rabu-Kamis (30-31/10). Sementara tahap kedua, gelombang 1 Senin-Selasa (4-5/11). Gelombang 2 Rabu-Kamis (6-7/11).
Hari pertama kemarin mengujikan literasi membaca dan survei karakter. Sedangkan hari kedua (hari ini) numerasi dan survei lingkungan belajar.
Kepala SDN Sepanyul Kecamatan Gudo, Heny Pujianto, mengatakan, ANBK di sekolahnya dilaksanakan gelombang 1 diikuti 24 siswa kelas 5.
’’Hari pertama alhamdulillah lancar,’’ ucapnya.
ANBK dibagi jadi tiga sesi karena keterbatasan sarana prasarana. SDN Sepanyul menggunakan lima chromebook, dan tiga laptop sekolah.
’’Satu sesi delapan siswa,’’ ujarnya.
Penjaga yang bertugas mengawasi ujian dari SDN Mejoyolosari. Sedangkan guru SDN Sepanyul menjaga di sekolah lain.
’’Sesuai dengan ketentuan dinas dan juknis, pengawas ujian pakai sistem silang,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz