Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kepala SDN di Jombang Ini Beberkan Penyebab Siswa Harus Berbagi Kelas saat KBM

Wenny Rosalina • Selasa, 29 Oktober 2024 | 20:29 WIB
SEMANGAT: Siswa SDN Kepuhkembeng 3 Kecamatan Peterongan, Jombang belajar dengan berbagi ruang kelas dengan sekat papan kayu.
SEMANGAT: Siswa SDN Kepuhkembeng 3 Kecamatan Peterongan, Jombang belajar dengan berbagi ruang kelas dengan sekat papan kayu.

JombangBanget.id –  Siswa SDN Kepuhkembeng 3 Kecamatan Peterongan, Jombang, harus berbagi ruang kelas selama sekolahnya direhab total.

Semua siswa bakal kembali belajar di gedung baru pada November mendatang.

’’Targetnya selesai pada 10 November,’’ kata Nurul Fatimatuzzahro, kepala SDN Kepuhkembeng 3 Kecamatan Peterongan, Jombang.

SDN Kepuhkembeng 3 merupakan salah satu SDN yang mendapatkan rehab dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini.

Selama ini, siswa belajar dalam dua lokal yang dipisahkan oleh ruas jalan Soekarno-Hatta.

Satu lokal ada di sisi utara yang diisi oleh siswa kelas 1, 2 dan 3. Sedangkan di lokal selatan yang satu halaman dengan SDN Kepuhkembeng 1, diisi kelas 3, 5, dan 6.

’’Sangat terbatas sekali, sampai ruang guru saja tidak ada. Guru di utara setelah mengajar ya di teras. Akhirnya ruang kecil sekali dekat kamar mandi kami rombak jadi ruang guru,’’ terangnya.

Minimnya ruang itu juga membuat kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN Kepuhkembeng 3 tidak maksimal. Sebab harus wira-wiri menyebrangi jalan nasional.

Setiap hari, penjaga sekolah harus mengantarkan siswa kelas 4, 5 dan 6 untuk ke lokal selatan setelah meletakkan sepedanya di lokal utara.

’’Banyak orang tua menilai itu kurang aman, sehingga memilih ke sekolah yang lain. Karena kita juga bersebelahan dengan sekolah lain,’’ jelasnya.

Saat ini, lokal utara direhab total, dikerjakan CV Berlian Karya dengan anggaran Rp 762.338.892 dan dikerjakan selama 120 hari kalender.

Selama rehab, siswa belajar di lokal selatan. Ada tiga ruang kelas yang digunakan, siswa harus berbagi ruangan. Di lokal selatan, satu ruang digunakan untuk ruang guru.

Tiga kelas lainnya digunakan jadi ruang kelas.

Kelas 3 menempati satu ruangan karena jumlah siswa paling banyak, 14 siswa. Kelas 2 bersama kelas 5. Kelas 4 bersama kelas 6. Sedangkan kelas 1 di perpustakaan.

’’Karena di sana (lokal utara) rehab total, dari satu lantai sekarang jadi dua lantai,’’ terangnya.

Setelah rehab selesai, seluruh siswa bakal diboyong ke lokal utara. Karena jumlah kelas sudah mencukupi setelah dibangun dua lantai.

’’Lokal selatan mungkin akan kami kembalikan ke desa, karena ini aset desa,’’ jelasnya.

Lokal selatan yang saat ini ditempati juga rusak parah. Plafonnya banyak yang ambrol, dan sering ditambal sulam. Untuk keamanan, plafon yang sudah ambrol dibersihkan seluruhnya.

’’Daripada membahayakan, diambil semua plafonnya. Dari sisi kerusakan, lokal selatan yang rusak parah. Di utara cenderung lebih baik, hanya terbatas ruang kelas dan lahannya,’’ bebernya. (wen/jif)

 

Editor : Ainul Hafidz
#berbagi #proyek #kelas #Jombang #Dinas P dan K #SDN #Peterongan