Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

SLB Negeri di Jombang Kekurangan Guru, Cabdindik Bilang Begini

Wenny Rosalina • Selasa, 15 Oktober 2024 | 17:33 WIB
SEMANGAT: Guru SLB Negeri Jombang saat mengajar siswa dengan hambatan pendengaran di kelas (10/10).
SEMANGAT: Guru SLB Negeri Jombang saat mengajar siswa dengan hambatan pendengaran di kelas (10/10).

JombangBanget.id – Jumlah guru di sekolah luar biasa (SLB) Negeri di Jombang semakin berkurang.

Itu karena banyaknya guru yang pensiun beberapa tahun terakhir.

Pemenuhan guru SLB masih menunggu penataan pegawai dengan perjanjian kerja (PPPK) 2023 yang belum rampung sampai saat ini.

’’Tahun ini ada penataan PPPK yang kemarin (PPPK SK 2024). Kami masih sama-sama menunggu hasilnya, berapa lagi yang akan ditempatkan di Kabupaten Jombang,’’ kata Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Ulil Mu’amar.

Kekurangan guru pendidikan luar biasa (PLB) di Jombang mencapai empat guru.

Ia memperkirakan, kekurangan itu dapat ditutup ketika sudah ada pemetaan nantinya.

’’Kekurangan empat itu di SLBN Jombang dan SLBN Balongsari,’’ ungkapnya.

Jumlah kekurangan tak terlalu banyak, karena pada Juli 2024 lalu, Jombang dapat banyak guru PLB. Rinciannya, lima di SLBN Jombang dan lima di SLBN Balongsari.

’’Tinggal memenuhi kekurangan yang tersisa setelah penempatan 10 guru di Jombang,’’ jelasnya.

Guru SLB semakin berkurang seriring banyaknya guru yang pensiun.

Guru yang ada harus berjuang lebih keras, karena harus mengampu 11 siswa sekaligus dalam satu kelas.

Baca Juga: Oknum Guru SLB Cabul di Jombang Enggan Bayar Restitusi, Siap-siap Ini Konsekuensinya

Idealnya, dalam satu kelas guru hanya mengampu lima sampai delapan siswa berkebutuhan khusus.

’’Ada beberapa kelas yang overload, karena gurunya terbatas,’’ kata Kepala SLB Negeri Jombang, Deny Setiyawati.

Menurutnya, idealnya satu guru mengampu lima siswa untuk jenjang SD. Serta delapan siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

’’Karena tenaga gurunya kurang, jadi ada yang satu guru mengampu sampai 11 siswa,’’ terangnya.

Jumlah guru yang purnatugas semakin bertambah. Akhir tahun ini, jumlah guru yang purnatugas bertambah satu orang. Bertambah satu orang lagi tahun depan.

Jika guru mengalami kesulitan menghadapi terlalu banyak siswa dalam satu kelas, kadang Deny juga turun untuk mengajar.

Tahun ini, Deny kembali mengajukan tambahan minimal dua guru.

’’Dari angka ideal ya kekurangan sekitar tiga sampai empat guru. Tapi yang kita ajukan minimal dua, untuk menggantikan guru yang nantinya pensiun,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

Editor : Ainul Hafidz
#kekurangan #cabdindik #SLB Negeri #Jombang #jumlah #guru