Jumat (2/8), saat khotbah di Masjid Pesantren Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq selaku ketua PCNU Jombang sekaligus pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, menjelaskan sumber kemuliaan.
’’Jika kemuliaan disandarkan pada materi, maka orang tersebut akan mempunyai sifat sombong,’’ tuturnya.
Contohnya Fir’aun dan Qorun. Orang-orang seperti ini menyandarkan kemuliaan pada harta, nasab dan jabatan.
’’Dalam Islam, kemuliaan hanya bisa didapatkan melalui takwa pada Allah SWT,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alhujurat 13. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa.
Seorang kuli bisa mendapatkan kemuliaan karena selalu bersabar.
Pemulung sampah bisa mendapatkan kemuliaan karena selalu dermawan.
Tukang becak bisa mendapatkan kemuliaan karena selalu bersyukur.
’’Di padang Mahsyar nanti, orang-orang tidak akan mengurusi jabatan, keluarga dan nasab mereka. Mereka semua hanya memikirkan diri mereka sendiri. Untuk itu, jadilah diri kalian sendiri, tidak usah memikirkan pada yang lain,’’ sarannya.
Karena yang menolong kita di hari akhir nanti ialah amal baik dan syafaat Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Oleh: Embun Abdul Halim M, kelas XI-A MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz