Minggu (21/7) di kamar SZ 204 Pesantren Tebuireng, Ustad Bobby, menjelaskan adab santri kepada guru.
’’Ketika seorang santri belajar kepada guru, hendaknya ia memperhatikan beberapa adab,’’ tuturnya.
Ketika bertemu guru hendaknya ia mengucapkan salam.
Ketika guru sedang menjelaskan, hendaknya kita tidak banyak berbicara dengan teman. Tidak membantah guru.
Di dalam kitab Adabul Alim wal Muta’alim, KH Hasyim Asy’ari juga menerangkan, santri harus menjaga perilakunya terhadap guru
Baik guru formal maupun non formal. Keberkahan dan kemanfaatan ilmu santri tergantung sejauhmana dia memuliakan guru.
Murid harus berpegangan pada petunjuk guru.
Tunduk patuh atas segala perintah dan larangannya. Seperti mayit di hadapan orang yang memandikan.
Ulama mengatakan; Barangsiapa tidak meyakini keagungan gurunya, maka tidak akan bahagia. Murid harus menyebut gurunya dengan sebutan yang memuliakan.
Seperti guruku, kiaiku yang alim, ustadku yang cerdas dan lainnya.
Oleh: Ajisaka Ezra Shrivastava, kelas 9-E SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz