JombangBanget.id – Penjurusan di jenjang SMA di Jombang mulai tahun ini dihapuskan.
Siswa diberikan keleluasaan untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan yang diinginkan.
Boleh tetap satu jurusan, bahkan boleh lintas jurusan yang dulu diterapkan.
”Istilahnya bukan penghapusan jurusan, tapi perubahan jurusan, kalau dulu ada IPA dan IPS, sekarang kurikulum merdeka, siswa bisa memilih jurusan sesuai dengan yang diinginkan,” kata Waras, kepala SMAN Mojoagung.
Jurusan saat ini disebut sebagai pengembangan karier.
Di mana sejak kelas 10, siswa sudah diminta untuk menentukan cita-citanya.
Kemudian diselaraskan dengan mata pelajaran apa saja yang bisa mendukung karier yang diinginkan.
”Kalau misal ingin jadi dokter, butuh mapel apa saja, boleh ambil rumpun ilmu IPA saja, boleh IPS saja, atau boleh campuran,” katanya.
Pada semester satu dan semester dua, siswa belajar semua mata pelajaran.
”Baru memasuki semester dua dilakukan sosialisasi, baru kelas 11 semester satu pelaksanaan,” imbuhnya.
Tahun pertama ini, sebelum pelaksanaan, pihaknya telah melakukan simulasi sebelumnya, untuk mengetahui mapel yang paling diminati siswa, sekaligus menyesuaikan dengan ketersediaan guru.
Ada 14 mata pelajaran yang ditawarkan kepada siswa.
”Aturan perubahan jurusan ini juga berbeda-beda setiap sekolah. Sebab, jumlah mapel yang ditawarkan juga menyesuaikan dengan jumlah tenaga guru yang ada di sekolah,” bebernya.
Perubahan jurusan juga dilakukan di SMAN 2 Jombang.
Siswa juga diperbolehkan memilih jurusan sesuai dengan yang diinginkan.
Perubahan jurusan ini, menurut Kepala SMAN 2 Jombang Budiono membutuhkan waktu yang lama untuk penataan.
”Karena untuk menentukan mapel yang dipilih, ada test yang harus dilalui siswa, penataannya juga tidak seperti dulu, yang sudah pasti ada IPA dan IPS, sekarang mapel yang dipilih siswa juga berpengaruh pada penataan guru yang dibutuhkan,” kata Budiono.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang Sri Hartati belum bisa memastikan, SMA mana saja yang bakal menerapkan perubahan jurusan tersebut.
”Segera diterapkan di Jombang (perubahan jurusan),” singkatnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz