JombangBanget.id – Siswa dan siswi SMPN 2 Jogoroto, Jombang dibekali ilmu pertahanan diri, utamanya bagi perempuan.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan MPLS yang dilaksanakan 15-17 Juli.
Sekolah memberikan pondasi yang kuat pada peralihan usia anak-anak ke remaja di jenjang SMP.
’’Kami melibatkan WCC dan DPPKB-PPPA Jombang untuk membangun pertahanan bagi siswa dan siswi kami,’’ kata Kepala SMPN 2 Jogoroto, Edy Purnomo SPd MM.
Utamanya memberikan penyuluhan tentang bahaya pergaulan bebas.
Cara perempuan bisa membetengi dirinya pada pergaulan dan perilaku kawan yang mengarah pada eksploitasi wanita.
’’Banyak anak-anak perempuan yang kemakan bujuk rayu. Ini yang kami berikan self defend atau pertahanan diri ketika mendapatkan signal tersebut,’’ tegasnya.
Usia SMP termasuk rawan. Siswa lebih senang dengan kegiatan di luar, dan mencoba hal-hal baru yang biasa dilihat pada orang dewasa.
’’Misalnya makeup dan pakaian, dampaknya bisa menarik lawan jenis. Ini yang kita antisipasi, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ tambahnya.
MPLS menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memberikan pembekalan berupa materi tentang kenakalan remaja yang disampaikan langsung oleh ahlinya.
Upacara pembukaan MPLS, Senin (15/7), dipimpin anggota Polsek Jogoroto.
Sekaligus memberikan materi anti narkoba dan kenakalan remaja.
’’Melalui anggotanya, Kapolsek Jogoroto menyampaikan pesan teks tentang maraknya geng motor, narkoba, bullying, bahaya penyalahgunaan komunitas perguruan dan minuman keras. Kita senang sekali dipimpin langsung oleh Polsek Jogoroto. Jadi PBB-nya masuk, disiplin ketegasan juga masuk,’’ ungkapnya.
Setelah MPLS berakhir, siswa bakal mengikuti KBM normal. Kemudian dilanjutkan Jumat-Sabtu (26-27/7) ada perkemahan.
’’Untuk mengakrabkan siswa baru dan memasukkan nilai karakter di kegiatan pramuka,’’ paparnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz