JombangBanget.id – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMPN 1 Diwek, Jombang dikemas dengan cara yang sederhana namun tetap menarik dan menyenangkan.
Salah satu yang dikedepankan, yakni gerakan antikekerasan atau anti-bullying kepada sesama.
Kepala SMPN 1 Diwek Siswoko SPd dalam pidatonya saat memimpin upacara pembukaan MPLS, Senin (15/7) pagi menegaskan komitmen SMPN 1 Diwek menolak tindakan perundungan.
”Segala bentuk perundungan harus dihindari karena tidak sesuai dengan harkat dan martabat bangsa ini,” tegas Siswoko.
Kegiatan MPLS di SMPN 1 Diwek diikuti sebanyak 288 siswa baru.
Rinciannya 153 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan.
Hari pertama MPLS berlangsung dengan suasana ceria, Senin (15/7) kemarin.
Seluruh siswa baru terlebih dahulu diperkenalkan kepada para guru dan seluruh warga sekolah setelah upacara pembukaan.
Selain itu, para siswa dikenalkan terkait visi dan misi serta budaya sekolah sekaligus pengenalan lingkungan Sekolah Adiwiyata dan tata krama siswa.
Di hari kedua Selasa (16/7), siswa baru diberikan materi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP), pendidikan karakter dan profil pelajar Pancasila serta pengenalan ekstrakurikuler.
”Alhamdulillah, pelaksanaan hingga memasuki hari kedua berjalan lancar. Peserta didik baru bersemangat sekali mengikuti MPLS,” ungkapnya.
Baca Juga: MPLS SMPN 1 Sumobito Jombang Diawali Matrikulasi: Ukur Bakat dan Minat Siswa Baru
Berlanjut hari ketiga, Rabu (17/7), para siswa akan diberikan materi terkait tata tertib dan OSIS.
Seluruh kegiatan MPLS setiap harinya diawali dengan penerapan dan pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta ditutup dengan salat Duhur berjamaah dan kultum.
”Rangkaian kegiatan MPLS akan ditutup dengan tes diagnostik kognitif pada Kamis (18/7) dan demo ekstrakurikuler Jumat (19/7) oleh panitia MPLS dan tim OSIS,” tandas Siswoko. (dwi/naz)
Editor : Ainul Hafidz