JombangBanget.id – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) siswa SMA/SMK di Jombang bakal dimulai Senin (25/7).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang Sri Hartati mewanti-wanti sekolah agar melaksanakan MPLS mengikuti panduan yang ada.
”Tidak boleh lagi ada yang namanya perpeloncoan apalagi kekerasan,” tegas Hartati.
Ia menambahkan, kegiatan MPLS merupakan kegiatan pertama bagi peserta didik baru di sekolah untuk pengenalan program, tata kelola, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.
”MPLS perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif dan menyenangkan, sehingga menjadikan peserta didik baru nyaman,” bebernya.
Misalnya, ada kegiatan ada ice breaking, mengajak siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkebhinekaan dan aman.
Selain itu, mengajak siswa menonton bareng film pendek pencegahan kekerasan, memainkan permainan mitos dan fakta.
Mengembangkan komitmen dan harapan melalui kotak harapan, memasang poster bentuk-bentuk kekerasan di sekolah, melakukan deklarasi antikekerasan, dan menyebarkan aksi melalui kampanye media sosial.
”Ada panduan juga dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang kami teruskan ke sekolah,” imbuhnya.
Suharti mewanti-wanti sekolah agar melaksanakan MPLS sesuai panduan yang ada.
Pihaknya pun tak segan memberikan sanksi tegas jika masih ada kegiatan perpeloncoan apalagi sampai kekerasan.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Tiba, Perajin Batik di Jombang Ketiban Berkah
”Setiap pelanggaran pasti ada sanksi yang tegas, itu saja dipedomani,” katanya.
Pelaksanaan apel serentak pembukaan MPLS akan dilakukan pada Senin (15/7) secara daring dan luring dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Setiap sekolah juga diminta untuk menyiapkan baliho antiperundungan yang bakal dipasang di tempat yang strategis di lingkungan sekolah dan bisa dilihat oleh siswa dan masyarakat umum.
”Juga ada siswa siswi yang akan mendapatkan seragam sekolah gratis, data sementara 567 siswa,” jelasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz