JombangBanget.id - Belum dinyatakan lulus dari SMKN 1 Jombang, 40 persen dari 600 siswa sudah bekerja di dalam dan luar negeri.
Itu sebabnya wisuda kemarin hanya dihadiri 60 persen siswa saja.
’’Siswa yang lainnya sudah bekerja di luar kota, di luar negeri juga. Jadi yang hadir hanya 60 persen. Tidak mungkin mereka pulang hanya untuk wisuda. Sedangkan di sana mereka masih baru bekerja,’’ ungkap Siswo Rusianto, kepala SMKN 1 Jombang.
100 persen siswa SMKN 1 Jombang dinyatakan lulus pada 6 Mei.
Hampir semua siswa bekerja sesuai dengan bidangnya.
Ada juga yang tidak sesuai, tapi keilmuannya masih bersinggungan. Seperti di kapal pesiar yang masih berhubungan dengan jurusan perhotelan.
12 siswa SMKN 1 Jombang bekerja di Jepang sebelum dinyatakan lulus. Pemberangkatan dilaksanakan awal Mei.
’’Ada banyak program yang kami ikuti. Kami juga berhasil melepas 12 siswa untuk bekerja di Jepang awal Mei lalu,’’ jelasnya.
Hubungan antar alumni SMKN 1 Jombang juga masih terjalin sampai sekarang.
Relasi alumni juga membantu siswa dalam mencari kerja.
Banyak siswa yang bekerja di tempat yang sama dengan alumni karena dibantu untuk masuk, diberikan tips, trik, serta sharing pengalaman yang didapatkan.
’’Kami juga punya database kontak siswa. Yang belum dapat kerja, bisa menghubungi, akan kami bantu. Dengan menyambungkan ke alumni, atau ke perusahaan yang sudah bekerjasama dengan kami,’’ urainya.
Sebanyak 20 persen lulusan tahun ini melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta.
Siswo berharap, siswa aktif menjalin komunikasi dengan guru maupun alumni, sehingga mendapatkan banyak informasi.
Serta mengambil semua kesempatan yang dimiliki untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.
’’Kalau tidak malas, saya yakin, 100 persen siswa bisa langsung bekerja. Mencoba pengalaman sekecil apapun, jangan terlalu selektif dalam mencari kerja. Apalagi buru-buru mencari gaji yang tinggi, nikmati tahap demi tahap,’’ sarannya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz