Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ini Hasil Evaluasi Pj Bupati Jombang Soal Rencana Pecah Rekor MURI Jaranan Dor Timbulkan Keresahan

Wenny Rosalina • Jumat, 3 Mei 2024 | 16:00 WIB
BERI PENJELASAN: Pj Bupati Jombang Sugiat saat memberi penjelasan soal rencana pecah rekor MURI tari jaranan dor.
BERI PENJELASAN: Pj Bupati Jombang Sugiat saat memberi penjelasan soal rencana pecah rekor MURI tari jaranan dor.

JombangBanget.id – Pj Bupati Jombang Sugiat mewajibkan siswa yang mengikuti jaran dor, untuk menggunakan jaranan dari daur ulang.

Penggunaan properti ini setelah dilakukan evaluasi internal.

”Hari ini (kemarin) kebetulan ada guru, kepala sekolah, saya sampaikan jika MURI jaranan dor tidak boleh memberatkan masyarakat,” ucap Sugiat, setelah mengikuti upacara Hardiknas di lapangan Pemkab Jombang, Kamis (2/5).

Menurutnya, MURI jaran dor salah satu program Pemkab Jombang untuk pelestarian budaya.

”Itu saya sangat setuju, tapi catatannya jangan sampai memberatkan masyarakat, wali murid, juga sekolah,” tegasnya.

Setelah mendapatkan banyak keluhan tentang rencana pecah rekor MURI ini pihaknya kemudian memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang.

Dari hasil evaluasi itu diputuskan jika MURI jaran dor tetap berlanjut, dengan catatan properti yang digunakan murni karya siswa dari bahan daur ulang.

”Dari kardus atau apa gitu, ditata yang rapi dan bagus,” sebut Sugiat.

Ia menyebut, konsep itu memang direncanakan Disdikbud Jombang.

Hanya saja, kondisi di lapangan tidak sesuai dengan konsep awal.

Sehingga akhirnya masyarakat berbondong-bondong membeli jaranan.

Baca Juga: Rencana Rekor Muri Jaranan Dor Banyak Timbulkan Keresahan, Pj Bupati Jombang Bakal Lakukan Evaluasi

”Hingga terjadi hukum pasar, banyak permintaan pasti harga naik. Dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 40 ribu, kami bukan bermaksud mematikan usaha perajin jaranan, tapi kami juga tidak ingin memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai motivasi, ia juga meminta Disdikbud Jombang untuk memberikan hadiah kepada siswa atau sekolah dengan karya terbaik.

Apresiasi ini untuk memotivasi atas jaranan daur ulang yang sudah dilakukan.

”Teknisnya bagaimana terserah dinas terkait, yang jelas membuat jaranan sendiri dan dinilai untuk memberikan motivasi dan sekaligus bentuk implementasi kurikulum merdeka,” tegasnya.

Sementara itu, Senen Kepala Dinas P dan K Jombang mengatakan, rteknis penilaian bakal dilakukan dari tingkat sekolah.

Sehingga nanti dipilih kategori terbaik tingkat SD dan SMP.

”Ya nanti ada kategori SD dan SMP kita lombakan, dan sekali lagi jaranan yang dipakai bikin sendiri, karya sendiri sehingga tidak perlu beli,” pungkasnya. (wen/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#evaluasi #jaranan #pj bupati #muri #rekor #Hasil #Dor #Jombang #pecah